Technology

Peneliti Klaim di Masa Lalu Bumi Punya Dua Bulan

 Peneliti Klaim di Masa Lalu Bumi Punya Dua Bulan

Seorang peneliti dari University of California, Amerika Serikat, Professor Erik Asphaug, mengklaim bahwa Bumi sebenarnya memiliki dua bulan.

Pernyataan itu disampaikan Asphaug di acara konferensi tentang bulan yang diadakan di Royal Society. Menurutnya, jutaan tahun lalu Bumi mempunyai dua bulan kembar, yang satu berukuran kecil dan satu lagi yang terlihat sekarang, dilansir Telegraph, Sabtu (29/7).

Asphaug menjelaskan bulan yang berukuran lebih kecil diyakini hanya bertahan hanya beberapa juta tahu saja, sebelum akhirnya hancur tertabrak oleh bulan yang ada sekarang.

"Dari hasil tabrakan itu, maka hanya menyisakan satu bulan besar yang dapat kita lihat sekarang," kata Asphaug.

Dia menjelaskan, kedua bulan itu mengorbit pada Bumi dengan jarak dan kecepatan yang sama. Kemudian secara perlahan kedua bulan itu saling bertabrakan dan bersatu.

"Saya menduga permukaan bulan yang seperti pegunungan adalah sisa-sisa dari bulan kecil yang hancur setelah bertabrakan," ujar Asphaug.

Bumi dan bulan diperkirakan terbentuk antara 30 juta sampai 130 juta tahun setelah kelahirang Tata Surya, atau sekitar 4,6 miliar tahun yang lalu.


Contact Us:
Redaksi: redaksi@uzone.id
Sales: sales@uzone.id
Marketing: marketing@uzone.id
Partnership: partnership@uzone.id

Tag :

Bumi Bulan Erik Asphaug 
To Top