Lifestyle

11 Hal yang Ada di Pikiran Si Dia Sebelum Melamar

11 Hal yang Ada di Pikiran Si Dia Sebelum Melamar

Ia membuka kain yang menutup mata Anda. Ruangan penuh dengan kelopak bunga mawar merah dan lilin. Ia berlutut di hadapan Anda dan mengeluarkan sebuah cincin. “Jadilah istri saya,” ucapnya. Anda menangis, mengangguk, dan memeluknya erat.

Terdengar romantis dan simpel? Tentu. Tapi apa Anda tahu 1001 pikiran yang tertanam di benaknya selama proses ini berlangsung? Tidak. Mulai dari rasa kebelet untuk ke toilet, sampai jantung yang berdegup begitu kencang, berikut ini beberapa di antaranya. 

1. “Bagaimana jika dia menolak?” Walaupun hubungan Anda sangat kuat... Walaupun Anda telah mendiskusikan pernikahan sebelumnya... momen keraguan yang bikin panik ini akan muncul setidaknya satu kali. Apalagi jika lamarannya dilakukan di tempat umum. Jika ini kasusnya, maka ia harus memiliki rute untuk kabur, buat jaga-jaga saja.

2. “Bagaimana jika dia MENERIMA?!” Jika Anda tidak mengatakan “tidak” maka kemungkinan besar Anda menjawab “iya” (ada juga jawaban “mungkin” yang ambigu dan menyakitkan). Hal ini memang sudah jelas, tapi ia harus meresapi fakta bahwa ia pun setuju untuk menikahi Anda. Oke, ia memang mau, tapi ini tetap merupakan langkah yang besar. Ini hal yang dilakukan orang dewasa, tidak bisa mundur. Tidak mungkin kan ia melamar, berubah pikiran, lalu teriak, “bercanda deng!”

3. “Saya harus latihan 9 kali lagi agar lancar.” Jika Anda berada di restoran mewah dan si dia menghilang untuk ke toilet untuk waktu yang lama, hanya ada beberapa kemungkinan. Bisa jadi ia sakit perut, ia kabur dari restoran tersebut, atau ia sedang melatih skrip yang sudah ditulis di atas secarik kertas. Tapi jangan dulu ge-er, kalau ini merupakan kencan pertama Anda, maka kemungkinan besar ia hanya sakit perut.

4. “Eh, mana ya cincinnya?” Berhubung cincin tersebut merupakan komponen yang cukup penting dalam urusan melamar, segala rencana akan hancur berantakan jika benda itu tertinggal di rumah.  

5. “Cincin ini konyol atau tidak, sih?” Setelah mengeluarkan uang untuk membelinya, ini bukan saat yang tepat untuk meragukan pilihan Anda, bro.

6. “Lamaran ini konyol atau tidak, sih?” Apalagi meragukan rencana yang sudah didesain selama berbulan-bulan ini.

7. “Saya mau pipis.” Ini pun merupakan hal yang krusial. Beberapa jam ke depan akan chaos. Anda akan menghubungi keluarga dan teman. Mengambil puluhan selfie dan menentukan mana yang akan diunggah ke media sosial. Banyak yang harus dilakukan. Jadi, jika ia mengatakan, “saya harus pipis,” tepat setelah melamar, itu bukan tata krama yang bagus, kan? Kandung kemih kosong, hati penuh. Ini yang harus dia terapkan.

8. “Hidup saya akan berubah.” Wajar saja kok merasa gugup sesaat sebelum event yang life-changing.

9. “Hidup KAMI akan berubah.” Ada perbedaan yang signifikan di sini. Ini adalah sebuah momen yang akan menghantamnya tepat di muka. Keputusan ini bukan tentang dirinya saja, tapi juga mengenai Anda. Keputusan ini tentang hubungan Anda dan dia.

10. “Saya akan memasukkan tangan saya ke kantong untuk memastikan cincin itu masih ada.” Tak ada salahnya double check. Atau triple check.

11. “Saatnya telah tiba.” Semoga saja ia memiliki kata-kata penyemangat yang lebih keren daripada ini. Namun pada suatu titik, ia harus siap melompat ke dalam air. What’s the worst that could happen?

 

(Artikel ini disadur dari Cosmopolitan.com. Alih bahasa: Sky Drupadi / AP. Foto: Instagram @kensingtonroyal)

Contact Us:
Redaksi: redaksi@uzone.id
Sales: sales@uzone.id
Marketing: marketing@uzone.id
Partnership: partnership@uzone.id
To Top