Lifestyle

3 Fakta Unik Fenomena Putus Cinta di Media Sosial

3 Fakta Unik Fenomena Putus Cinta di Media Sosial

Internet sudah menjadi bagian dari kehidupan manusia. Segala macam cerita dan aktivitas bisa Anda bagikan disana, salah satunya lewat media sosial.

Media sosial, yang awalnya merupakan tempat untuk menjalin pertemanan, kini bertambah fungsinya. Yaitu sebagai wadah merefleksikan kehidupan pribadi, termasuk hubungan percintaan.

Media sosial jadi media andalan  untuk curhat saat lagi PDKT, kode-kode ke gebetan, membagi kebahagian dengan pasangan, juga saat sedang putus cinta. Bahkan tolak ukur keberhasilan move on pasca putus pun kadang dapat dilihat dari aktivitas seseorang di akun media sosialnya.

Berikut adalah beberapa fakta menarik dari fenomena putus cinta di era digital:

Media sosial bikin susah move on
Jika dulu kita tidak pernah tahu upaya move on seseorang pasca putus cinta, sekarang hal ini bisa dengan mudah kita lihat dari media sosialnya. Unfriend atau unfollow mantan, mengapus semua foto bersama mantan, jadi hal biasa dilakukan untuk mengukuhkan status kandasnya sebuah hubungan.

Meskipun menurut survey match.com sekitar 73 persen responden mengaku lebih bahagia ketika tidak lagi berhubungan dengan mantan, tapi hal tersebut tidak menyurutkan keinginan seseorang untuk memata-matai kegiatan mantannya lewat media sosialnya. Hal inilah yang memperberat upaya melupakan mantan ataupun menghambat kita melakukan hal lain yang lebih berguna.

Mendorong upaya berbohong pada diri sendiri
Saat menghadapi situasi berat sepeti putus cinta, seseorang jadi lebih sensitif sehingga tak jarang membuat mereka melakukan tindakan impulsif lewat media sosial untuk menutupi kesedihannya. Misalnya, saat tidak bisa menerima kenyataan mantan sudah punya kehidupan lebih baik, seseorang bisa memposting hal-hal 'bahagia' untuk membohongi diri sendiri ataupun melakukannya dengan alasan untuk membuat mantan merasa iri.

Melakukan hal seperti ini menandakan nilai diri atau self esteem kita kurang karena membutuhkan pengakuan orang lain, bahkan untuk perasaan yang harusnya menjadi urusan pribadi kita.

Jadi ajang bersaing dengan mantan
Tidak sedikit yang menganggap memutuskan hubungan dengan mantan lewat memblok atau meng-unfriend adalah cara tepat untuk melupakan hal yang menyakitkan. Namun ada kalanya seseorang tetap berteman dengan mantan agar tidak dianggap childish, menujukkan itikad baik bahwa mereka baik-baik saja dan tetap menjadi teman, atau parahnya mereka melakukannnya hanya sebagai ajang bersaing dengan mantan.

Misalnya memposting sesuatu hanya untuk membuat mantan cemburu, menuliskan status bernada negatif sebagai ungkapan kekecewaan, ataupun hal lain yang justru mendorong kita melakukan persaingan tidak sehat dengan mantan karena prasangka negatif dan pikiran jelek diri sendiri.

Setiap orang memang punya kebebasan mengekspresikan diri termasuk lewat media sosialnya. Namun perlu dingat bahwa kita juga harus tahu konsekuensi dan bertanggung jawab atas semua hal yang kita unggah. Jangan sampai media sosial hanya akan membuat sedihnya putus cinta jadi berkepanjangan.

TABLOIDBINTANG

Berita lainnya:
Apa Saja yang Membedakan Lotek dengan Gado-gado?
Tren Alis Tebal Natural, Bagaimana Membentuknya?
Jenis Gangguan Kesehatan pada Kulit Bayi di Awal Kelahiran

Berita Terkait:

Contact Us:
Redaksi: redaksi@uzone.id
Sales: sales@uzone.id
Marketing: marketing@uzone.id
Partnership: partnership@uzone.id
Tag : Putus Cinta 
To Top