Health

4 Masalah Menstruasi yang Paling Sering Dialami Wanita

4 Masalah Menstruasi yang Paling Sering Dialami Wanita

Menstruasi sudah jadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan wanita. Namun, tak peduli sudah berapa ratus kali Anda mengalami haid, tamu bulanan ini tetap saja bisa jadi hal yang mengganggu aktivitas sehari-hari. Apa saja gangguan di masa menstruasi yang paling sering dialami oleh wanita? Dan bagaimana cara mengatasinya?

Masalah menstruasi yang paling sering terjadi

1. Penggumpalan darah

Darah menstruasi yang keluar biasanya sebanyak 40 cc atau sekitar 3 sendok makan tiap harinya. Adapun keluarnya darah sendiri biasanya berdurasi 4-5 hari.

Jadwal, jumlah, dan durasi menstruasi di luar batasan normal disebut dengan perdarahan rahim abnormal. Selain itu, pada sebagian kasus, perubahan warna, kekentalan, dan adanya gumpalan, bisa jadi mengindikasikan adanya masalah menstruasi yang berkaitan dengan kesehatan Anda.

Darah menstruasi yang menggumpal adalah hal yang normal terjadi. Biasanya gumpalan darah keluar bersamaan dengan hari-hari di mana darah banyak keluar. Beberapa perempuan mungkin akan mendapati gumpalan darah berwarna merah terang atau merah pekat. Adanya beberapa gumpalan darah dapat menjadikan darah haid Anda seperti lebih pekat dan kental dari biasanya.

Sejatinya, gumpalan darah bisa dicegah dengan adanya antikoagulan yang dilepaskan tubuh secara alami. Namun, pada hari di mana darah haid keluar banyak dan cepat, antikoagulan belum sempat menyelesaikan tugasnya.

Jangan khawatir, gumpalan darah haid adalah hal yang tak perlu dikhawatirkan. Namun, jika gumpalan darah haid terlihat berlebihan hingga Anda lemas dan pucat saking banyaknya darah yang keluar, maka segera periksakan diri ke dengan dokter untuk mengetahui akar masalahnya.

2. Kram pada perut

Nyeri haid secara normal dapat dialami oleh setiap wanita, terutama pada 1-2 hari pertama menstruasi. Nyeri haid timbul akibat adanya kontraksi otot dinding rahim dalam mengeluarkan darah menstruasi.

Selain itu, pada saat menstruasi tubuh memproduksi hormon prostaglandin yang dapat memicu rasa sakit, sehingga dapat semakin memperparah nyeri haid yang timbul. Oleh karena itu, nyeri haid memang normal timbul saat menstruasi.

Asalkan nyeri haid yang timbul tidak berlebihan dan tidak menyebabkan gangguan pada aktivitas sehari-hari, kondisi ini merupakan hal yang normal dan secara medis disebut sebagai dismenore primer.

Namun apabila timbul nyeri haid yang tidak tertahankan hingga mengganggu aktivitas keseharian, atau bahkan menimbulkan gejala tertentu (seperti muntah, pingsan) maka kondisi ini merupakan hal yang tidak normal dan disebut sebagai dismenore sekunder.

Bila Anda mengalami nyeri haid dalam batas wajar maka hal ini tidak perlu dikhawatirkan karena masih merupakan kondisi yang normal. Namun bila Anda mengalami nyeri haid yang berlebihan dan tidak tertahankan, maka ini adalah masalah menstruasi yang sebaiknya konsultasikan hal ini dengan dokter kandungan agar penyebabnya dapat ditelusuri lebih lanjut.

3. Suasana hati yang cenderung buruk

Suasana hati yang buruk bisa menjadi salah satu masalah menstruasi yang paling sering dialami oleh wanita. Beberapa peneliti percaya bahwa beberapa wanita lebih sensitif terhadap perubahan kadar estrogen di masa menstruasi daripada wanita lain. Kelompok wanita inilah yang paling rentan mengalami naik turunnya suasana saat haid.

Peran estrogen pada tubuh wanita adalah:

  • Memengaruhi produksi dan efek endorfin, yaitu unsur di otak yang mendatangkan rasa nyaman dan kesenangan.
  • Meningkatkan kadar serotonin yang berperan dalam regulasi nafsu makan, mood, dan pola tidur.
  • Melindungi saraf dari kerusakan serta menstimulasi pertumbuhan saraf.

Selain memengaruhi suasana hati, fluktuasi hormon juga dapat memengaruhi berat badan, nafsu makan, dan hasrat untuk berhubungan seksual. Berada dalam kondisi stres, cemas, depresi, atau sedang diet adalah beberapa faktor yang dapat memengaruhi fluktuasi hormon estrogen.

4. Vagina gatal

Vagina gatal saat menstruasi memang menyebabkan rasa tidak nyaman dan bisa mengganggu aktivitas Anda. Vagina gatal bisa disebabkan karena iritasi akibat penggunaan bahan kimia seperti sabun, tisu, kondom, pembalut atau karena infeksi jamur, virus dan bakteri.

Ada kemungkinan juga Anda mengalami vagina gatal akibat ketidakstabilan hormon menjelang menstruasi, ataupun karena iritasi akibat pembalut. Gatal di daerah kewanitaan pada saat haid juga bisa disebabkan karena vagina yang lembap dan kebersihannya kurang terjaga.

Beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk mencegah dan mengatasinya adalah:

  • Memperhatikan jenis pembalut dan kandungan parfum pada pembalut. Cobalah mengganti pembalut saat ini dengan merek pembalut yang lain. Jika masih gatal, maka kemungkinan penyebab gatalnya bukan dari pembalut, namun karena kebersihan vagina yang kurang baik. Gantilah pembalut minimal tiga kali sehari.
  • Jaga kebersihan vagina Anda, namun jangan membersihkan secara berlebihan, cukup bersihkan dengan air hangat dan hanya bagian luarnya saja. Jika ingin membersihkan menggunakan pembersih kewanitaan, pilihlah pembersih kewanitaan yang mengandung povidone iodine.

The post 4 Masalah Menstruasi yang Paling Sering Dialami Wanita appeared first on Hello Sehat.

Contact Us:
Redaksi: redaksi@uzone.id
Sales: sales@uzone.id
Marketing: marketing@uzone.id
Partnership: partnership@uzone.id

Tag :

Menstruasi Haid 
To Top