Travel

5 Festival yang Wajib Dikunjungi di Lampung

5 Festival yang Wajib Dikunjungi di Lampung

Tak hanya memiliki sejumlah destinasi wisata yang indah, Provinsi Lampung juga memiliki beragam festival seni budaya yang menarik untuk didatangi. Sepanjang tahun ini, Dinas Pariwisata Lampung berencana menggelar 31 festival, mulai dari festival adat hingga olahraga.

CNNIndonesia.com merangkum lima festival di Lampung yang paling menarik untuk didatangi:


1. Lampung Krakatau Festival

Sesuai namanya, festival ini menempatkan kunjungan ke Gunung Anak Krakatau yang terletak di pesisir selatan Lampung sebagai salah satu rangkaian acara.

Selain itu, festival ini dijadikan sebagai napak tilas sekaligus peringatan hari meletusnya Gunung Krakatau pada 26-27 Agustus 1883 silam. Sehingga, festival ini selalu berlangsung pada bulan yang sama setiap tahunnya sejak 1990.

Festival ini biasanya dimulai dengan perjalanan ke Pulau Sebesi, pulau berpenghuni terdekat dari Gunung Anak Krakatau.

Pemandangan Gunung Anak Krakatau dilihat dari udara. (ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal)


Lepas dari Pulau Sebesi, baru kemudian peserta festival menyeberang ke Pulau Gunung Anak Krakatau dan mendakinya.

Setelah itu, festival berlanjut ke pusat kota Bandar Lampung untuk menyaksikan berbagai parade seni dan budaya Sang Bumi Ruwa Jurai, yang berarti parade adat Lampung. Mulai dari parade busana khas, kisah legenda, hingga pawai gajah Taman Nasional Way Kambas yang pintar dan menghibur.

Untuk mengikuti festival ini, turis dapat melakukan pendaftaraan untuk kepesertaannya, namun jumlahnya terbatas. Bila tidak kebagian tempat, turis bisa langsung menuju Bandar Lampung untuk menikmati paradenya.

2. Festival Teluk Stabas

Festival ini digelar untuk memperingati perayaan hari jadi Kabupaten Pesisir Barat, Provinsi Lampung. Namun, dikemas dengan beberapa rangkaian.

Mulai dari tradisi Ngunduh Damar dan Ngunduh Pahar, yang merupakan komoditas daerah setempat hingga pagelaran kejuaraan berselancar (surfing) taraf internasional.

Adapun rangkaian acara yang menarik banyak wisatawan ialah Surfing International Krui Pro 2017, yang diadakan pada minggu ketiga bulan April setiap tahunnya.

Surfing International Krui Pro diadakan setiap tahun di Lampung. (WSL/ Cestari SOCIAL via REUTERS)


Kejuaraan surfing ini diadakan di Pantai Tanjung Setia. Lokasi tersebut dipilih lantaran perairan pesisir barat mendapat arus yang besar dari Samudera Hindia. Sehingga, memiliki ombak yang besar dan cocok untuk berselancar, yaitu setinggi tujuh meter dan panjangnya mencapai 200 meter.

Kejuaraan ini merupakan kerja sama antara Kabupaten Pesisir Barat dengan organisasi selancar tingkat dunia World Surf League (WSL), Asian Surfing Championship (ASC), dan Persatuan Selancar Ombak Indonesia (PSOI).

Krui Pro menjadi kejuaraan surfing untuk kategori WSL QS 1000, baik untuk peselancar laki-laki dan perempuan.

Adapun kejuaraan ini menjadi satu dari lima rangkaian kompetisi surfing di Indonesia, di mana empat lainnya diadakan di Kramas (Bali) pada bulan April, Maluuk (Nusa Tenggara Barat/NTB) pada bulan Juli, Pacitan (Jawa Timur) pada bulan Agustus, dan Rote (Nusa Tenggara Timur/NTT) pada bulan Oktober setiap tahunnya.


3. Festival Way Kambas

Sesuai dengan namanya, festival ini diselenggarakan di Taman Nasional Way Kambas, yang merupakan pusat konservasi dan pelatihan gajah pertama di Indonesia.

Festival Way Kambas terdiri dari berbagai kegiatan, mulai dari jejak petualang di Way Kambas, lari berjarak 10 kilometer, berjelajah dengan sepeda, lomba fotografi, hingga kuliner.

Biasanya, yang paling menyita banyak peserta ialah lari di dalam hutan rimba Way Kambas. Para pelari akan melintasi hutan Way Kambas ditemani para gajah pintar dari taman nasional itu.

Pengasuh gajah membawa sejumlah gajah ke areal penggembalaan di Pusat Konservasi Gajah Way Kambas, Lampung Timur. (ANTARA FOTO/Regina Safri)


Adapun pelaksanaan festival biasanya diselenggarakan pada minggu kedua bulan November setiap tahunnya.

Tak hanya menambah daftar festival tahunan, Festival Way Kambas diharapkan dapat menambah pamor taman nasional tersebut.

4. Bamboo Rafting Way Besay

Festival ini merupakan kegiatan menyusuri Sungai Way Besay menggunakan rakitan bambu, mulai dari kampung wisata Banjar Masin ke Banjar Sari di Kecamatan Baradatu, Kabupten Way Kanan.

Ini merupakan salah satu kegiatan yang dilakukan masyarakat Lampung untuk memperingati Hari Ulang Tahun Republik Indonesia setiap tahunnya.

Untuk itu, rafting dilakukan dengan menyematkan bendera Merah Putih dalam setiap rakit bambu yang akan berjalan menyusuri Sungai Way Besay dengan panjang sekitar 12 kilometer.

Kegiatan rafting bisa dijadikan aktivitas seru saat liburan bersama kerabat. (CNN Indonesia/Firmansyah)


Adapun dalam satu rakit, biasanya diisi oleh empat sampai lima orang peserta. Lalu, mereka akan diberikan jaket keselamatan dan dua bilah bambu untuk menjalankan rakit.

Sembari menyusuri Sungai Way Besay, para peserta rafting ini dapat menikmati keindahan alam hutan Lampung yang masih asri.


5. Lampung Fashion Week

Seperti pekan pameran fesyen (fashion week) pada umumnya, Lampung rupanya juga punya acara serupa. Pembedanya, sebagai acara daerah, fashion week ini mengedepankan nama-nama desainer lokal.

Tujuannya, agar memberi ruang bagi desainer lokal untuk mengembangkan dan mengenalkan ide-ide berbusananya ke masyarakat.

Selain mengangkat nama-nama desainer lokal, pagelaran fashion show ini juga mengangkat kain khas sekaligus kebanggaan masyarakat Lampung.

Sulam Tapis dari Lampung. (CNN Indonesia/Tri Wahyuni)


Bila masyarakat Jawa punya kain Batik, masyarakat Lampung punya kain Tapis. Tapis sendiri merupakan kain tenun dengan kebanyakan motif berupa alam, flora, dan fauna.

Untuk melihat pagelaran Lampung Fashion Week ini, turis bisa mengunjungi pusat perbelanjaan di kota Bandar Lampung pada minggu pertama bulan November setiap tahunnya dan gratis.

Berita Terkait

Contact Us:
Redaksi: redaksi@uzone.id
Sales: sales@uzone.id
Marketing: marketing@uzone.id
Partnership: partnership@uzone.id
To Top