News

5 Misteri Perang Dunia II yang Belum Terpecahkan

5 Misteri Perang Dunia II yang Belum Terpecahkan

Hitler / © Istimewa

Perang Dunia II merupakan salah satu peperangan terbesar yang berlangsung mulai tahun 1939 sampai 1945.

Perang ini melibatkan banyak negara yang membuat hampir separuh dunia mengalami kerusakan yang sanga besar.

Kendati saat ini Perang Dunia II telah berakhir, namun demikian tidak dengan sejumlah misteri selama peperangan itu terjadi. Dan belum terpecahkan hingga kini.

Seperti dikutip Uzone.id dari News.com.Au, berikut 5 misteri Perang Dunia II yang masih belum terkuak.

Harta Karun Field Marshal Erwin

Dia adalah salah satu jendral yang paling disegani di Nazi. Sebelum perang dunia berakhir, sang jendral menyimpan sejumlah besar harta miliknya dalam sebuah gua.

Ia diduga menyerahkan 6 kotak baja untuk amunisi yang diisi dengan harta karun kepada 4 penyelam SS. Di dalamnya ada batangan emas seberat 2000 kilogram, perak, karya seni, batu berharga, dan perhiasan. Secara konservatif, nilai harta itu ditaksir 20 juta poundsterling.

Tidak ada yang mengetahui pasti keberadaannya, tapi beberapa orang menduga bisa saja disimpan di gua-gua yang terletak di lepas pantai arah timur Corsica.

Para penyidik Inggris mengaku menemukan foro seorang tentara Jerman bersama dengan orangtuanya. Di belakang foto ada kode yang diduga berkaitan dengan harta karun Rommel.

Menurut mereka, kode yang ada di belakang foto mengacu kepada koordinat titik di lepas pantai Marana yang jaraknya kurang dari 1,6 kilometer dari pelabuhan Bastia di Corsic

Namun sampai saat ini masih belum bisa dipercaya.

Bola Dunia Hitler

Seboah bola dunia berukuran besar milik Adolf Hitler menjadi terkenal lewat film "The Great Dictator" yang diperankan oleh Charlie Chaplin. Aktor itu memainkan tiruan bola yang bisa dikempiskan. Masalahnya, bola aslinya hilang setelah perang usai.

Dikenal sebagai "Columbus Globe for State and Industry Leaders of the Fuhrer Globe", benda itu dirancang khusus untuk Hitler dan menjadi benda yang paling digemarinya.

Hitler memiliki dua bola mahal seperti itu dan dibuat oleh pabrikan Columbus. Keduanya memiliki tatakan kayu dan bola yang ada dalam ruang kerjanya yang tidak pernah ditemukan oleh pasukan Sekutu.

Lavrentiy Beria, Menteri Dalam Negeri Rusia, adalah orang pertama yang memasuki ruang kerja Third Reich setelah Berlin jatuh ke tangan Pasukan Merah, sehingga ada dugaan bahwa bola dunia itu dibawa ke kantor pusat KGB di Lubyanka. Baik KGB maupun FSB menolak membenarkan hal dugaan itu.

Sementara itu, seorang prajurit Amerika Serikat dilaporkan menemukan sebuah bola dunia di dalam kompleks Sarang Rajawali milik Hitler di pegunungan Alpen Bavaria, tapi ukurannya terlalu kecil. Pada 2007, bola dunia temuan pasukan AS tersebut laku dibeli hingga US$ 100 ribu.

Bola dunia ini memang seperti bola dunia pada umumnya, namun di tangan Hitler inilah Bola dunia tersebut menjadi replica ambisinya menguasai dunia.

UFO Bantu Nazi

Ada beberapa "Pasukan Foo" di atas langit Eropa dan Pasifik dan diduga UFO, tapi tidak ada penjelasan apapun tentangnya. Pihak Sekutu menduga "Pasukan Foo" merupakan senjata rahasia Nazi untuk mengirim mata-mata ataupun alat peledak.Istilah "Pasukan Foo" pertama kali dipakai para pilot Sekutu saat Perang Dunia II untuk menyebut UFO.

Tapi, bukan hanya UFO, istilah itu juga dipakai untuk menyebut fenomena lain yang tak biasa di langit

Istilah itu berasal dari Skuadron Tempur Malam 415 untuk melaporkan penampakan UFO dan istilah itu dianggap bahasa resmi militer hingga November 1944.

Kelompok penyidik ilmiah bernama The Robertson Panel, melakukan rapat pada Januari 1953 untuk mengambil kesimpulan. Tapi, tak ada kesimpulan yang tuntas, kecuali upaya mengkaitkan gejala cuaca St. Elmo sebagai penjelasan.

Teori lainnya menyebutkan petir berbentuk bola yang biasanya berada lebih lama di angkasa dibandingkan dengan petir berupa kilat.

Bendera Darah Nazi

Bendera bernoda darah itu adalah salah satu yang dikeramatkan oleh Hitler, tapi lokasinya tidak diketahui. Ada yang meragukan keberadaannya dan nasib bendera itu.

Hitler merancang sendiri bendera swastika tersebut dan menjadi perlambang kunci bagi Nazi. Bendera merah dengan lingkar putih dan swastika itu dibawa saat percobaan pembunuhan di Beer Hall, Munich, pada 1923 sehingga terpercik darah.

Pasukan SA berbaju coklat membawanya ke alun-alun dan dihentikan oleh polisi Munich. Ketika polisi Munich melepaskan tembakan ke pihak Nazi, pembawa bendera bernama Heinrich Trambauer tertembak dan menjatuhkan benderanya.

Anggota lain di sebelahnya juga terkena peluru dan tersungkur di atas bendera hingga meninggal. Darahnya mengenai bendera itu. Trambauer mencoba melarikan bendera ke rumah temannya dan menyembunyikannya di dalam jaket.

Bendera itu kemudian diberikan kepada Hitler setelah ia dibebaskan dari penjara Landsberg. Bendera itu dipasangi tongkat baru, ditambahi dengan hiasan dan lapisan perak untuk mengenang 16 anggota Nazi yang meninggal dalam pengibarannya.

Bendera yang dibawa pada November 1923 bukan dalam kondisi yang sama dan tanpa bercak darah, tapi legenda sudah kadung menyebar.

Hitler menampangkan bendera itu setiap tahun dalam unjuk rasa di Nuremberg dan memegang bendera itu dengan satu tangan untuk 'menyucikan' bendera dan lambang swastika lain. Kadang-kadang, bendera itu disimpan dalam Rumah Coklat di Munich, markas besar Partai Nazi.

Terakhir kali, bendera itu terlihat dalam upacara pelantikan Heinrich Himmler di Volkssturm pada Oktober 1944. Pihak Sekutu sempat menduga bendera itu musnah saat pemboman Munich. Namun kemudian mereka meragukan hal itu.

Tentara Siluman

Enam dekade setelah usainya Perang Dunia II, dalam suatu ekskavasi pad 2009, ditemukanlah sebuah daftar berisi nama 17 tentara Inggris di kamp konsentrasi Auschwitz.

Entah siapa para tentara itu. Tidak jelas apakah mereka mantan tawanan perang atau pengkhianat yang menyeberang ke SS. Terdapar beberapa nama marga misalnya Gardiner, Lawrence, dan Osborne. Ada 8 nama yang ditandai dengan centang.

Sejumlah pihak berpendapat bahwa penandaan tersebut berarti mereka telah dihukum mati bersama dengan tentara Inggris lainnya. Tapi ada pendapat berbeda.

Daftar itu juga memuat kata-kata bahasa Jerman yang berarti "tidak pernah", "sekarang", dan "sejak saat itu". Dengan demikian, ada dugaan bahwa mereka adalah anggota divisi SS Inggris yang dibentuk Nazi di awal perang.

 

 

 

Contact Us:
Redaksi: redaksi@uzone.id
Sales: sales@uzone.id
Marketing: marketing@uzone.id
Partnership: partnership@uzone.id
To Top