Home
/
Automotive

Buat Pemotor, Jangan Lakukan Ini Kalau Masih Sayang Anak

Buat Pemotor, Jangan Lakukan Ini Kalau Masih Sayang Anak
Alfons Hartanto17 December 2018
Bagikan :

Kemudahan dan keluwesan penggunaan sepeda motor, membuat moda transportasi yang satu ini begitu populer di Indonesia. Namun tidak jarang juga ditemukan kalau kemudian motor digunakan di luar batas kewajaran.

Salah satu yang cukup banyak ditemukan dewasa ini adalah, penambahan aksesori bangku kecil di bagian depan. Kebanyakan perlengkapan tambahan itu digunakan buat 'membonceng' anak kecil. 

Hal ini sendiri sebenarnya tidak bisa dibenarkan. Pendiri sekaligus instruktur Jakarta Defensive Driving Consultant (JDDC), Jusri Pulubuhu menegaskan, penambahan aksesori semacam ini tidak aman, apalagi untuk anak kecil.

"Perubahan semacam itu unsur safety-nya patut diragukan. Secara fungsionalitas memang oke, tapi safety juga harus jadi pertimbangan utama," terangnya.

Menurut dia keberadaan bangku tersebut berpotensi mengganggu kestabilan pengendara. Apalagi kalau kemudian ada penumpang di bangku belakang, maka akan semakin berbahaya, dan secara aturan pun ilegal karena membonceng lebih dari satu orang.

Senada dengan Jusri, Senior Instructor Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana juga beranggapan, bangku di depan untuk anak di motor bukanlah ide yang bagus.

"Motor matik memiliki ruang kosong di depan, bukan berarti boleh diisi seenaknya dengan barang-barang. Harus dipertimbangkan dari sisi keseimbangan, titik berat, fungsi kontrol, dan kondisi barang tersebut," ujarnya.

Secara khusus, masih menyoal bangku tambahan, Sonny beranggapan, aksesori tersebut tidak mengikat anak dengan sempurna, dan belum teruji materialnya. Ditambah lagi menurutnya, memposisikan anak di depan itu sangatlah tidak bijak.

"Posisi anak-anak (saat dibonceng) harus di belakang dan terjaga oleh penumpang dewasa. Kasarnya, motor itu tidak punya bumper. Masa iya benturan mau mengorbankan buah hati tercinta bila di taruh di depan?" ujarnya lagi.

Alternatif lain, Sonny menganjurkan penggunaan safety belt yang berbentuk seperti tas gendong, bagi orang tua yang ingin membonceng anaknya. Namun dengan catatan, anak tetap dibonceng di belakang meski fungsi alat tersebut memenungkinkan anak digendong di depan.

Selain itu Sonny juga menambahkan hal penting lainnya, yaitu selalu berkomunikasi selama perjalanan, agar anak tidak mengantuk yang juga bisa berbahaya selama perjalanan.

populerRelated Article