Health

Jangan Panik, Begini Cara Mengatasi Keputihan yang Berlebihan

Jangan Panik, Begini Cara Mengatasi Keputihan yang Berlebihan

Meski sebenarnya sebagian besar keputihan adalah hal yang normal, namun kondisi ini  mungkin sering membuat Anda merasa tidak nyaman dan resah. Apalagi jika cairan keputihan Anda cukup banyak sehingga mengganggu aktivitas. Lantas, bagaimana cara mengatasi keputihan berlebihan? Anda akan tahu di artikel ini.

Bagaimana cara mengatasi keputihan yang berlebihan?

Keputihan sebenarnya adalah hal yang normal dan sehat karena pada dinding vagina dan leher rahim terdapat kelenjar yang memproduksi cairan untuk menjaga kesehatan organ intim wanita. Keputihan yang normal pada umumnya berwarna putih susu atau jernih dan tidak berbau. Kadar cairan akan meningkat pada masa tertentu seperti saat menyusui, saat berhubungan seksual, dan pada saat atau sekitar masa menstruasi.

Keputihan yang normal sebenarnya tidak memerlukan penanganan khusus. Yang perlu dijaga adalah agar keputihan ini tidak berubah menjadi tidak normal. Perubahan ini dapat disebabkan beberapa hal seperti: infeksi bacterial vaginosis, penggunaan antibiotik, infeksi penyakit menular seksual seperti klamidia, kanker serviks, penggunaan pil kontrasepsi, infeksi parasit trikomoniasis, ataupun infeksi jamur. Tanda dari keputihan yang tidak normal adalah perubahan warna dan konsistensi, adanya bau, dan adanya gatal atau nyeri.

Ada beberapa penanganan atau cara mengatasi keputihan yang dapat dilakukan secara mandiri seperti:

  • Kompres dingin untuk meredakan gatal dan pembengkakan.
  • Konsumsi yoghurt bila Anda sedang dalam pengobatan antibiotik agar menurunkan risiko terkena infeksi jamur.
  • Gunakan krim atau gel antijamur jika memang keputihan disebabkan infeksi jamur.
  • Gunakan kondom atau tunda hubungan seksual hingga seminggu setelah pengobatan.
  • Bila keputihan yang tidak normal berlangsung lebih dari seminggu setelah pengobatan mandiri, periksakan diri Anda ke dokter.

Bila ada tanda-tanda bahaya, juga segera periksakan diri Anda ke dokter. Dokter akan memberikan penanganan berdasarkan penyebab keputihan Anda. Tanda-tanda keputihan yang berbahaya antara lain: timbul bau yang menyengat, gatal dan kemerahan pada vagina dan area sekitarnya, pendarahan atau bercak di luar masa menstruasi, keputihan berubah warna menjadi hijau atau kuning, keputihan menjadi tebal atau lengket.

Lantas, bagaimana cara mencegah keputihan berlebihan agar tidak terjadi?

Untuk menghindari terjadinya keputihan yang tidak normal atau berlebihan, berikut beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan:

  • Jaga agar vagina tetap kering dan tidak lembap dengan selalu mengeringkannya setelah buang air kecil. Menjaga agar vagina tetap kering dapat juga dilakukan dengan menggunakan celana yang tidak terlalu ketat, tidak terlalu sering menggunakan stocking, kenakan celana dalam berbahan katun, bukan sintetis. Celana dalam katun memungkinkan lebih banyak udara ke vagina dan mencegah lembap. Tidak mengenakan celana dalam saat tidur di malam hari dan basuh kemaluan dari depan ke belakang setelah buang air kecil bukan sebaliknya.
  • Vagina sebenarnya adalah organ yang dapat membersihkan diri sendiri. Namun jika Anda ingin membersihkannya dengan pembersih kewanitaan, pastikan Anda menggunakan pembersih kewanitaan yang mengandung povidone-iodine.  Pembersih yang mengandung povidone-iodine dapat berperan membunuh bakteri jahat penyebab infeksi vagina. Pastikan juga Anda hanya membersihkan area luar vagina.
  • Hindari penggunaan parfum dan bedak pada vagina. Penggunaan parfum dan sabun dapat menyebabkan nyeri pada vagina dan keluarnya cairan vagina yang tidak normal.

The post Jangan Panik, Begini Cara Mengatasi Keputihan yang Berlebihan appeared first on Hello Sehat.

Contact Us:
Redaksi: redaksi@uzone.id
Sales: sales@uzone.id
Marketing: marketing@uzone.id
Partnership: partnership@uzone.id

Tag :

keputihan 
To Top