Home
/
Digilife

Heboh NFT Jadi Aset Digital, Gimana Cara Cairin Uangnya?

Heboh NFT Jadi Aset Digital, Gimana Cara Cairin Uangnya?
Hani Nur Fajrina18 January 2022
Bagikan :

Uzone.id – Kehebohan tren NFT (Non-Fungible Token) di Indonesia sedang menyeruak sejak beberapa hari belakangan. Kesannya NFT baru terkenal gara-gara Ghozali Everyday dengan ratusan selfienya yang berharga miliaran rupiah, padahal NFT sudah malang-melintang lebih lama dari itu.

Meski begitu, minimal banyak orang jadi mulai mengenal NFT berkat pencapaian Ghozali. Bagi yang merasa ngebet main NFT dengan tujuan cepat kaya, tentunya harus paham betul bahwa tidak ada yang benar-benar instan.

Dari pengalaman seorang desainer grafis dan ilustrator Triana Ambar Wulan, ia baru bermain NFT sejak November 2021 dan merasa semua prosesnya tidak terlalu rumit.

“Semuanya simple aja, nggak ada yang sulit. Yang jelas harus pilih dulu marketplace-nya apa dan tahu apa yang mau kita lakuin di dalamnya,” jelas Triana saat berbincang dengan Uzone.id.

Baca juga: Tips Aman Nyemplung ke NFT

Proses pencairan uang dari hasil penjualan karyanya di NFT juga tidak membutuhkan waktu lama, meskipun ia mengaku lebih memilih untuk mendiamkan aset digitalnya itu di e-wallet NFT sebagai investasi.

“Beda-beda sih, ada yang memang tujuannya untuk dicairkan, ada juga yang main NFT untuk investasi seperti saya,” katanya lagi.

Dari pengalaman Triana, ia menjelaskan beberapa langkah bermain NFT sampai akhirnya pengguna bisa mencairkan pendapatannya itu.

Pertama, sign up dan bikin profil kita di marketplace pilihan. Untuk memilih marketplace NFT biasanya bisa mengandalkan teman yang sudah bermain lebih dulu, atau browsing di internet tentang kemudahan dan kenyamanannya.

Setelah punya profil, biasanya tiap marketplace akan melakukan sinkronisasi dengan e-wallet NFT yang ada. Salah satu e-wallet NFT populer bernama Kukai.

Kedua, lakukan minting.
Istilah minting ini kurang lebih artinya uploading atau showcasing hasil karya kita ke profil masing-masing. Jika kita sudah tahu karya mana yang akan dipajang, bisa langsung diunggah.

Ketiga, swapping.
Jika minting adalah proses unggah, swapping ini proses kita memikirkan harga jual karya seni kita itu – tentunya dengan mata uang digital seperti Tezos.

“Normalnya, saat kita ingin memberi harga di karya kita, platform yang kita pakai itu akan ngasih pertanyaan, mau dijual berapa edisi. Semakin langka edisi karya kita, biasanya semakin mahal harganya. Di tahap ini yang memerlukan strategi penjualan biar bisa mastiin apakah karya kita layak diberi harga segitu,” jelas Triana.

Baca juga: Selain Ghozali, Ini 4 Anak Muda yang Jadi Miliarder Gara-gara NFT

Keempat, penjualan dan woro-woro.
Setelah proses swapping selesai, tandanya karya kita sudah resmi dijual dan bisa sewaktu-waktu dibeli oleh orang lain.

Demi memperluas promosi karya kita yang sedang dijual, ada baiknya membagikannya di platform media sosial yang memang ramai dengan ‘warga’ NFT, seperti Twitter. Dari situ, semakin banyak orang yang tahu kalau karya kita sedang dijual.

Kelima, uang masuk ke e-wallet.
Ketika ada orang yang membeli karya kita, maka kita akan mendapatkan notifikasi dan uang atau koin Tezos sesuai harga yang kita pasang itu akan otomatis masuk ke dompet NFT.

Keenam, cairkan uang lewat bursa kripto.
Langkah ini tak kalah penting bagi pemain NFT yang ingin mencairkan pendapatan dari e-wallet.

“Pendapatan kita bisa dicairkan lewat bursa kripto seperti Tokocrypto atau Indodax. Jadi pastikan kita juga sudah bikin akun di platform itu. Nanti nominal yang mau kita cairkan itu akan masuk ke rekening pribadi. Prosesnya cuma beberapa jam saja,” tutup Triana.

Nah, untuk kalian yang berniat untuk mengoleksi aset digital NFT, sebelum memutuskan untuk berinvestasi, ada baiknya untuk mengetahui beberapa hal terlebih dahulu.

Pastikan kalian memahami lebih dalam mengenai sistem aset kripto. Ada baiknya membeli aset yang berpotensi memiliki nilai semakin tinggi diwaktu yang akan datang.

Selain itu, jangan lupa pastikan aset yang diinvestasikan tergolong unik dan belum banyak dimiliki orang lain. Hal ini untuk menjaga nilainya, karena makin unik dan langka sebuah aset maka makin mahal pula harga NFT-nya.

populerRelated Article