Music

Kembalinya Candil Jadi Anak Band di "Candil In The Rockalisasi"

Kembalinya Candil Jadi Anak Band di
Saat ini Candil In The Rockalisasi sedang promo single, untuk memperkenalkan musik mereka / © Ari Setiyawan

UZone.id - Anak band akan selamanya menjadi anak band, mungkin ini ungkapan yang tepat bagi Candil, vokalis yang selalu tampil dengan rambut keriwil berpadu bandana di kening.

Memulai karir sebagai seorang vokalis bersama band Seurieus, pria bernama asli Dian Dipa Chandra ini lalu cepat dikenal di skema musik Indonesia.

Candil memang punya suara yang tidak hanya merdu, tapi juga jangkauan notnya yang  sangat tinggi, melengking kalau mau lebih mudah dibilang.

Namun bukan hanya suara tingginya yang membawa kejayaan bagi Candil kala itu, lirik-lirik jenaka berpadu musik rock ala Seurieus memang memberikan warna tersendiri dan mencuri perhatian para pendengar musik Indonesia.

Lagu hits mereka seperti “Bandung 19 Oktober”, dan “Rocker Juga Manusia” dengan mudah menjadi kesukaan banyak orang dan sering terdengar dimainkan di radio tahun 2000-an.

Sayang kemesraan yang terjalin dari 1994 antara Candil dan Seurieus harus berakhir di tahun 2008 setelah menghasilkan 4 album. Karena perbedaan visi dalam bermusik, Candil akhirnya keluar dari Seurieus.

Setelah sempat jalan sendiri beberapa saat, lalu membentuk beberapa band “proyekan” bersama beberapa teman musisi, Candil akhirnya memutuskan untuk membentuk “Candil in The Rockalisasi”.

“Setelah lama sendiri, saya menetapkan tidak boleh menjadi topeng monyet sendiri, harus mencari monyet-monyet lainnya,” ujar Candil sambil berkelakar kepada UZone.id yang disambut gelak tawa anggota Rocaklisasi lainnya.

Tapi sesungguhnya panggilan jiwa Candil sebagai anak band lah yang menyatukan mereka secara grup, Ia merasa bahwa tampil sendiri itu tidak seasik jika tampil bersama dalam sebuah band.

Lalu diajaklah satu persatu mulai dari Andre (gitar), Nova (gitar), Indra (rhytem), Momon (drum), dan Gery (bass) untuk bersama-sama dalam Rockalisasi.

“Misi kita adalah untuk merockalisir segala sesuatu, karena skill kita mentok di rock,” ujarnya penuh canda saat ditanya tujuan awal membentuk Rockalisasi.

Candil dan grup band barunya In the Rockalisasi / © Ari Setiyawan

Walalu sekilas punya warna musik yang sama dengan bandnya yang dulu, Candil justru merasa tidak takut terjebak di nuansa band yang sempat melambungkan namanya tersebut.

"Background musik masing-masing personel yang berbeda justru memberikan warna yang tidak sama dengan Seurieus," ujar Andre sang gitaris.

Lebih lanjut Candil menambahkan bahwa dia percaya nanti pada perjalanannya Rockalisasi akan menemukan bentuknya, karena saat ini para personel belum mengeluarkan segenap kemampuannya.

Contact Us:
Redaksi: redaksi@uzone.id
Sales: sales@uzone.id
Marketing: marketing@uzone.id
Partnership: partnership@uzone.id
To Top