Lifestyle

Komunitas Pakaian Ketat untuk Redakan Stres

Komunitas Pakaian Ketat untuk Redakan Stres
Jepang memang terkenal dengan pemikiran serta gudangnya ide-ide kreatif, kocak dan inspiratif.

Dalam upaya untuk melepas stres dari rutinitas sehari-hari yang melelahkan, sekumpulan orang di Jepang memiliki ide yang unik. Terdiri dari usia muda hingga tua, mereka mengenakan pakaian ketat yang menutupi seluruh tubuh dari bahan lycra yang elastis.

Sekumpulan orang-orang ini membentuk komunitas yang bernama Zentai. Bagi mereka, menggunakan pakaian ketat semacam ini bisa membantu meredakan tekanan hidup. Hal itu karena saat mengenakan pakaian yang menutup badan secara penuh, bahkan hingga ke wajah ini, tak ada satupun yang dapat mengenai mereka.

Bagi para anggota Zentai, anonimitas diri menjadi kebebasan. Salah satu dari mereka mengatakan selama ini sering merasa 'tercekik' dengan keadaan di lingkungan sekitar yang selalu memperhatikan penampilan.

"Saya bekerja di salah satu perusahaan. Orang-orang setiap harinya selalu memperhatikan bagaimana diri saya terlihat, mulai dari manis dan imut. Saya merasa tercekik dan saat saya memakai baju lycra semuanya terasa menyenangkan," ujar salah satu anggota perempuan di komunitas Zentai, dilansir Oddity Central.

Menurut seorang profesor di Universitas Tokyo Mirai, tren menggunakan pakaian yang menutupi dengan ketat seluruh badan hingga wajah ini memang membantu banyak orang. Tak sedikit yang sering merasa ditinggalkan, tidak diperhatikan di lingkungan mereka, atau justru dipandang dengan sebelah mata.

"Banyak orang di Jepang yang merasakan hal itu karenanya, dengan mengenakan pakaian semacam itu dan bersama komunitas Zentai, mereka mendapat kesempatan untuk percaya diri dan menggali diri lebih dalam tanpa harus peduli dengan penampilan luar," ujar Daibo.

Saat ini terdapat lebih kurang 3000 anggota komunitas Zentai di Tokyo. Jumlah ini terus berkembang seiring semakin populernya orang-orang yang tampil dengan pakaian lycra yang unik dan lucu. Bahkan, tren berpakaian ala Zentai ini diketahui telah menyebar ke Inggris dan menjadi hiburan bagi orang-orang di sana.

Sumber: Republika

Contact Us:
Redaksi: redaksi@uzone.id
Sales: sales@uzone.id
Marketing: marketing@uzone.id
Partnership: partnership@uzone.id
To Top