Entertainment

Millen Curhat Tak Nafsu ke Perempuan saat SMP

Millen Curhat Tak Nafsu ke Perempuan saat SMP

Ashanty berbagi cerita soal kepribadian keponakannya, Muhammad Millendaru Prakasa Samudro atau dikenal Milllen Cyrus (18) sudah terlihat beda sejak sekolah Taman Kanak-Kanak hingga Sekolah Dasar.

Millen Kecil, kata Ashanty, senang memperhatikan Ashanty sedang menata rias wajahnya. Selain itu, Millen juga hobi menyanyi dan melukis.

“Aku sempet lihat anak ini kok, ngeliat terus kalau aku lagi make up atau apa, terus dia nyanyi. Mungkin anak cowok SD nyanyi lucu ya. Terus orangtuanya ih, Millen jago nyanyi gitu, tapi aku yang lihat tanda itu 'ih, jangan sampe gimana-gimana gitu' waktu itu masih mikirnya gitu,” tutur Ashanty, menjawab pertanyaan dari penggemar soal kasus Millen, melalui vlog yang diposting Selasa (12/9/2017).

Sebelumnya, Ashanty mengutarakan bahwa ada dua faktor orang bisa menyukai sesama jenis atau ada perbedaan genetik.

“Satu dari kecil dia merasakan perbedaan dalam tubuh dia, dia selalu bilang aku berada di tubuh yang salah, which is itu banyak,

“Kedua, karena lingkungan jadi terpengaruh. yang kedua aku tidak bisa terima sama sekali karena itu bisa balik sebenernya. Kamu hanya terpengaruh karena lingkungan tapi kalau Millen, aku bukan mau belain dia , aku mau cerita sedikit kenapa dia bisa begitu,” ungkapnya.

Istri Anang Hermansyah ini sudah tahu ada yang ganjil dengan kepribadian Millen saat masuk Sekolah Dasar. Ashanty saat itu berharap Millen tidak menjadi seseorang yang lain, seperti yang dibayangkannya.

“Nah, waktu SMP dia tidak berani curhat sama siapa pun, apalagi orangtuanya keras banget, aku tahu banget,

“Akhirnya dia mencurahkan isi hatinya ke aku bahwa 'tante aku kok gak suka sama perempuan ya' dia bilang, 'aku tuh dari kecil ngerasa sukanya gini-gini, terus kalau lihat lelaki tuh kok maaf ya, bahasanya kayak bergairah gitu, tapi kalau lihat perempuan tuh nggak, waduh aku bilang,” lanjut Ashanty.

Pelantun “Andai Aku Bisa” ini sampai menasehati Millen agar tak diteruskan menjadi seorang perempuan, karena fisiknya adalah seorang laki-laki.

“Aku juga punya teman begitu, kamu gak boleh diterusin, kamu harus coba melawan itu semua. tapi balik lagi aku gak mau keras waktu itu,” begitu cerita Ashanty.

Contact Us:
Redaksi: redaksi@uzone.id
Sales: sales@uzone.id
Marketing: marketing@uzone.id
Partnership: partnership@uzone.id
To Top