News

Hijaber yang Terpilih, Ini Tugas Seorang Presiden Singapura

Hijaber yang Terpilih, Ini Tugas Seorang Presiden Singapura

Singapura segera dipimpin presiden perempuan pertama di negara itu. Perempuan berjilbab yang dahulu menjabat Ketua Parlemen Singapura Halimah Yacob dipastikan akan menggantikan Tony Tan yang telah habis jabatannya.

Terpilihnya Halimah mendobrak tradisi kepemimpinan di negara itu. Selain muslimah, Halimah merupakan warga etnis Melayu.

Politik ras yang digaungkan melalui perubahan konstitusi oleh Perdana Menteri (PM) Singapura Lee Hsien Loong pada 2016 menguntungkan Halimah. Gagasan itu muncul setelah adanya demografi masyarakat Singapura yang terdiri dari etnis China (74,1%), Melayu (13,4%), dan India (9,2%), dan lainnya 3,3%.

"Jadi, jika kandidat Melayu melangkah maju, atau lebih dari satu kandidat Melayu melangkah maju, siapa yang memenuhi syarat, Singapura akan memiliki presiden Melayu lagi," kata PM Lee, kepada CNBC, 9 November 2016.

Melihat peran Lee, kekuasaan perdana menteri di Singapura menjadi posisi vital. Selain tentu saja presiden.

Jika dilihat dari sejarah negara berdiri, Singapura telah berganti presiden sebanyak tujuh kali. Sementara itu untuk posisi perdana menteri, Singapura baru berganti sebanyak tiga kali.

Di negara kota tersebut, perdana menteri memiliki kewenangan memilih dan me-reshuffle kabinet. Sementara peran presiden Singapura 'sebatas' pemimpin pemerintahan yang posisinya kerap dibandingkan dengan Ratu Kerajaan Inggris Raya.

Dalam laporan Staits Times, pemilahan peran presiden Singapura telah muncul sejak gagasan merdeka negara berlogo singa itu muncul. Presiden pertama Singapura, Yusof Ishak, ditunjuk sebagai 'Yang Dipertuan Negara' pada 1959. Di hari kemerdekaan pada 9 Agustus 1965, Yusof diangkat menjadi presiden.

 

Menemani posisi Yusof Ishak, pendiri Partai Aksi Rakyat (PAP) Lee Kuan Yew diangkat menjadi perdana menteri. PAP menang dalam pemilu pertama dan Lee, sang Bapak Bangsa Singapura, diangkat sumpahnya pada 5 Juni 1959.

Lee menjabat 31 tahun sebagai perdana menteri. Posisinya digantikan suksesor dari PAP Goh Chok Tong pada 28 November 1990 dan putra Lee, Lee Hsien Loong pada 12 Agustus 2004.

Berbeda dengan tugas perdana menteri yang krusial bagi pemerintahan, peran presiden Singapura 'dibatasi' oleh aturan kontitusi. Presiden Singapura diharuskan berkonsultasi dengan Dewan Penasehat Presiden (CPA) untuk menjalankan fungsinya. Tetapi, dalam kasus lain, presiden tidak perlu berkonsultasi.

 

Pemilihan presiden mulai berubah sejak 1991 dari sebelumnya dipilih parlemen berubah dipilih melalui pemilu.

Wee Kim Lee, Ong Teng Cheong, SR Nathan, dan Tony Tan Keng Yam menjadi presiden pilihan rakyat Singapura.

Para presiden terpilih itu menjadi kunci pengangkatan pimpinan penting pemerintahan misalnya Ketua Majelis Hakim, Jaksa Agung, ketua dan anggota Komisi Pelayanan Publik, Panglima Angkatan Pertahanan dan Panglima Polisi.

Uniknya, presiden terpilih dapat menunjuk perdana menteri.

Sebagai pemimpin pemerintahan, tugas yang rumit diemban perdana menteri. Lee Hsien bekerja 'mengoordinasikan dan mengarahkan kegiatan kementerian dan meningkatkan kualitas layanan masyarakat'. Setidaknya ada 29 tugas yang harus dikerjakan perdana menteri Singapura.

Contact Us:
Redaksi: redaksi@uzone.id
Sales: sales@uzone.id
Marketing: marketing@uzone.id
Partnership: partnership@uzone.id
To Top