News

Para Pahlawan Trotoar yang Berani Mengadang Pemotor

Para Pahlawan Trotoar yang Berani Mengadang Pemotor

 

Kisruh yang terjadi antara Koalisi Pejalan Kaki dengan sejumlah pengguna sepeda motor yang menyerobot trotoar di Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu, membuat kita sadar bahwa saat ini para pejalan kaki telah kehilangan haknya untuk menikmati trotoar yang bebas dari gangguan.

Tak hanya dilintasi pemotor, hampir seluruh trotoar yang ada di Indonesia, rata-rata sudah dipakai untuk berdagang. Hal ini menyebabkan masyarakat semakin enggan berjalan di trotoar. Mereka akhirnya memilih untuk menggunakan kendaraan, yang berimbas pada kemacetan di jalan.

 

Koalisi Pejalan Kaki bukan satu-satunya komunitas publik yang mempertanyakan hak trotoar untuk pejalan kaki. Di beberapa daerah, orang-orang ini berani mengadang pemotor yang nekat melintas di trotoar yang seharusnya diperuntukkan oleh pejalan kaki.

Daffa Farros Oktoviarto, adalah salah satu yang berani melakukan aksi tersebut. Bocah 9 tahun tersebut dengan berani mengadang pemotor yang melintas di trotoar di Jalan Sudirman, Kalibanteng, Semarang, Jawa Tengah, 15 April 2016 lalu.

Siswa kelas 4 SD Kalibanteng Kidul 01 ini punya alasan tersendiri. Daffa mengaku kesal karena dirinya pernah ditabrak oleh sepeda motor saat melintas di trotoar.

Aksinya megadang pejalan kaki sontak viral di media sosial. Daffa pun mendapat pujian dari Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi. 

Melalui akun instagramnya yang diposting 18 April 2016 lalu, Hendrar mengapresiasi keberanian Daffa yang mengadang pemotor yang melewati pedestrian. Hendrar pun menghadiahi Daffa sebuah sepeda, atas keberaniannya menegakkan aturan keselamatan berlalu lintas.

Aksi heroik lainnya juga dilakukan oleh 2 orang remaja di jalur khusus sepeda pedestrian Kebun Raya Bogor (KRB) di Jalan Otista, Bogor, Jawa Barat, 2 Januari 2017 lalu. Mahesa Jenar (13) dan Wildan Pratama Putra (13), dengan berani memalangkan sepeda milik mereka untuk mengadang sepeda motor yang nekat masuk je jalur pedestrian tersebut.

Meski sempat adu argumen dengan pemotor yang tak terima dengan aksi kedua remaja ini, namun banyak pemotor yang akhirnya mengalah dan mundur. Aksi mereka mendapat apresiasi Wali Kota Bogor, Bima Arya, dengan mendatangi kedua remaja tersebut. 

Bima menegaskan jalur sepeda yang sudah disiapkan pemerintah Bogor, merupakan hak masyarakat yang mengendarai sepeda.

“Ini memang untuk jalur sepeda, anak-anak ini tidak suka lihat ada pelanggaran. Ini artinya peringatan juga untuk aparat DLLAJ terutama,“ kata Bima waktu itu.

 

Contact Us:
Redaksi: redaksi@uzone.id
Sales: sales@uzone.id
Marketing: marketing@uzone.id
Partnership: partnership@uzone.id
To Top