News

Penjelasan Kanisius Soal Ananda Sukarlan WO Saat Anies Pidato

Penjelasan Kanisius Soal Ananda Sukarlan WO Saat Anies Pidato
Hari ini, Perhimpunan Alumni Kolese Kanisius mengeluarkan pernyataan resmi mengenai komentar yang disampaikan oleh salah satu alumni, Ananda Sukarlan, dalam Perayaan 90 Tahun Kolese Kanisius, tanggal 11 November 2017.

“Kami menghargai kebebasan menyatakan pendapat, namun kami menyayangkan bahwa pernyataan tersebut disampaikan dalam momen yang tidak tepat,” ujar Ketua Umum PAKKJ Sharief Natanegara dalam pernyataan tertulis yang diterima Suara.com, Selasa (14/11/2017).

Ia menjelaskan bahwa kehadiran Gubernur Anies Baswedan dalam acara tersebut justru mendapatkan perhatian dari pihak alumni dan tidak terjadi walkout secara beramai – ramai seperti yang diberitakan di media sosial.

Pesta Raya Kanisius Untuk Indonesia merupakan puncak acara dari rangkaian Perayaan 90 Tahun Kolese Kanisius. Perayaan yang terdiri dari 3 bagian utama : Pesta Anak Bangsa, Doa Bagi Bangsa, dan Simfoni Kanisius Untuk Indonesia merupakan salah satu bentuk rasa syukur dan ungkapan komitmen dari seluruh Kanisian, alumni, para pater dan pendidik untuk membentang asa membangun bangsa di tengah keberagaman dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berlandaskan Pancasila.

Kolese Kanisius sudah berdiri dan menjadi bagian dari perjalanan sejarah Indonesia selama 90 tahun dan menghasilkan ribuan alumni dengan spirit “Man for Others” yang telah mendedikasikan karya mereka bagi Bangsa Indonesia tercinta.

Untuk itu, Sharief meminta agar seluruh pihak, tidak terprovokasi oleh hal-hal yang beredar di media sosial.

Pernyataan Ananda

Saat Anies memberi pidato, Ananda berdiri dari kursi VIP-nya dan walk out menunjukkan ketidaksetujuannya terhadap pidato Anies.

Aksi ini kemudian diikuti oleh sejumlah alumni lainnya. Setelah memberikan pidato yang disambut dengan dingin oleh hadirin yang tinggal, Anies Baswedan meninggalkan tempat. Hadirin yang tadinya walk out pun memasuki ruangan kembali.

Saat pemberian penghargaan kepada lima tokoh, Ananda mendapat giliran untuk pidato selama 10 menit. Di pidato itu setelah ia mengucapkan terimakasih, ia juga mengkritik panitia penyelenggara.

"Anda telah mengundang seseorang dengan nilai-nilai serta integritas yang bertentangan dengan apa yang telah diajarkan kepada kami. Walaupun anda mungkin harus mengundangnya karena jabatannya, tapi next time kita harus melihat juga orangnya. Ia mendapatkan jabatannya dengan cara-cara yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Kanisius. Ini saya tidak ngomong politik, ini soal hati nurani dan nilai kemanusiaan," katanya.

Contact Us:
Redaksi: redaksi@uzone.id
Sales: sales@uzone.id
Marketing: marketing@uzone.id
Partnership: partnership@uzone.id
To Top