Home
/
News

Polandia Minta 22.300 Tenaga Kerja Indonesia

Polandia Minta 22.300 Tenaga Kerja Indonesia
Fabiola Febrinastri26 October 2018
Bagikan :

Trade Expo Indonesia 2018 dibuka secara resmi oleh Presiden Joko Widodo. Acara ini dihadiri oleh belasan negara yang turut berpartisipasi dalam peningkatan ekspor impor, maupun negara-negara yang mengajukan permintaan tenaga kerja dari Indonesia,  yang telah bekerja sama dengan Indonesia maupun yang baru melakukan penjajakan peluang.

TEI berlangsung di Gedung Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD, Tangerang, 24-25 Oktober 2018.

Pada kesempatan itu, Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), melalui Employing Bussiness Meeting (EBM), mendapat permintaan tenaga kerja dari Polandia sebanyak 22.330 orang. Ini merupakan tahun pertama sebelum penandatanganan kesepakatan kerja sama dalam pengiriman tenaga kerja ke Polandia.

Selain Polandia, acara ini juga turut dihadiri 20 P3PMI yang telah bekerja sama dengan BNP2TKI dalam penempatan tenaga kerja dari Indonesia.

Adapun sektor kerja yang menjadi peluang di Polandia adalah hospitality, seperti drivers atau chef, sebanyak 40 orang, health (kesehatan) 40 orang, konstruksi 20.005 orang, manufaktur, anak buah kapal (ABK), oil and gas 1500 orang, retail 700 orang, transportation 40 orang, dan bidang lainnya, 5 orang.

Jumlah totalnya mencapai 22.330 orang, sebagaimana target PMI yang diminta Polandia.

Selama proses EBM berlangsung, Polandia belum menjelaskan terkait tingkat pendidikan para calon para Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang diminta. Adapun perusahaan yang minta tenaga kerja ada 5, yaitu Easy Word Polska, Vistula Service, Internasional Welder Assosiation, Flexstrip, dan Potencja Biznesu.

Permintaan Polandia ini sangat tinggi, dan menjadi salah satu faktor dari masih kurangnya penduduk Indonesia yang bekerja dan menetap di Polandia. Sejauh ini, warga Indonesia yang berada di Polandia sebanyak 350 orang.

Direktur Promosi BNP2TKI, Dwi Anto, menjelaskan hal-hal terkait penjajakan yang dilakukan pihak Polandia.

"Pertengahan November, BNP2TKI berencana akan mengunjungi Polandia sebagai tindak lanjut dari peluang kerja sama pengiriman tenaga kerja," ujarnya.

Peluang ini diharapkan akan menyerap banyak tenaga kerja dari Indonesia yang akan bekerja di Polandia.

Turut hadir dalam kegiatan ini, Freddy Panggabean (Direktur Kerjasama Luar Negeri BNP2TKI), Sri Suratmi (Kepala Sub Direktorat Perluasan Pasar Kerja, Direktorat Promosi), dan Revina Panjaitan (Kepala Sub Direktorat Pemetaan Potensi Tenaga Kerja Luar Negeri).

Selain itu, hadir juga 20 perusahaan swasta penempatan tenaga kerja luar negeri dan 12 orang buyers asal Polandia.

 

Berita Terkait:

populerRelated Article