Health

Pura-pura Sakit Demi Menghindari Hukuman? Inilah yang Namanya ‘Malingering’

Pura-pura Sakit Demi Menghindari Hukuman? Inilah yang Namanya ‘Malingering’

Anda mungkin pernah berpura-pura sakit demi menghindari ujian di sekolah. Atau sebagai alasan tak bisa memenuhi deadline kantor. Atau, jangan-jangan Anda juga pernah pura-pura sakit supaya terhindar dari hukuman? Dalam dunia psikologi, perilaku ini dikenal dengan nama malingering.

Apa itu malingering?

Malingering adalah aksi pura-pura sakit saat Anda sebenarnya sehat-sehat saja, atau bertindak seolah-olah penyakit Anda lebih parah dari yang sesungguhnya, dengan tujuan mendapatkan keuntungan pribadi.

Pelaku malinger bahkan bisa dengan sengaja menaikkan suhu termometer dengan mendekatkannya ke lampu, atau menukar maupun mengontaminasi sampel urin, dengan tujuan mengecoh petugas medis.

Apakah malingering termasuk gangguan mental?

Malingering tidak bisa dikategorikan sebagai gangguan mental. Namun, dalam buku panduan Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders, Fifth Edition (DSM-5), malingering mendapatkan kode V. Artinya, kondisi ini perlu mendapat perhatian. Ini karena perilaku malingering dapat merugikan pelaku medis lewat penyalahgunaan fasilitas, pelaksanaan tes yang tidak perlu, dan penipuan terhadap pihak lain.

Apa saja pemicu malingering?

Pelaku malingering berpura-pura sakit untuk berbagai tujuan yang menguntungkan diri sendiri. Terkadang seseorang berpura-pura sakit untuk mendapatkan kompensasi secara finansial, namun bisa juga demi keuntungan sosial, interpersonal, dan lainnya.

Menurut American Psychiatric Association, malingering alias berpura-pura sakit seringnya terjadi untuk mendapatkan tujuan-tujuan berikut :

  • Menghindari tuntutan kriminal
  • Menghindari penugasan militer
  • Mendapatkan kompensasi kesehatan dari asuransi atau perusahaan
  • Mendapatkan obat-obatan tertentu

Bagaimana ciri dan tanda seorang pelaku malingering?

Pemeriksaan kesehatan bisa memastikan apakah seseorang benar sakit atau hanya berpura-pura. Namun, dokter juga bisa melakukan Pemeriksaan Status Mental dan biasanya pelaku malingering akan menampakkan gejala sebagai berikut:

Memberikan penjelasan yang samar (tidak jelas) saat ditanya oleh dokter

 

  • Mood cenderung kurang ramah/mudah marah
  • Terkadang mengeluarkan ancaman untuk menyakiti diri sendiri jika keluhan rasa sakitnya dibantah, atau diagnosisnya tidak sesuai harapan
  • Terkadang berpura-pura mengalami halusinasi, delusi, atau pikun
  • Cenderung melebih-lebihkan gejala yang dialami
  • Pasien mengharapkan kompensasi atas kondisi yang dideritanya
  • Hasil pemeriksaan fisik tidak sesuai dengan gejala yang dilaporkan
  • Sulit diajak bekerja sama selama pemeriksaan fisik dan pengobatan
  • Terkadang pasien juga menampakkan gejala gangguan kepribadian antisosial

 

Apa yang harus dilakukan jika menemukan pasien yang dicurigai hanya berpura-pura sakit?

1. Biarkan selama beberapa saat

Pengamatan jangka panjang bisa membantu mengekspos kepura-puraan, karena pelaku biasanya kesulitan mempertahankan kondisi pura-pura sakit tersebut dalam jangka waktu yang lama.

2. Lakukan tes fisik

Pelaku malingering juga biasanya tidak punya cukup pengetahuan tentang gejala penyakit yang ia “alami”, sehingga saat dilakukan tes fisik, ia akan kesulitan meniru reaksi yang seharusnya terjadi di tubuhnya.

3. Tanya-jawab

Melakukan sesi tanya-jawab atau konsultasi, di mana petugas medis menanyakan sejumlah pertanyaan bertubi-tubi dalam waktu yang cukup lama, akan membuat pelaku kewalahan karena harus “mengarang” jawaban dalam waktu kilat. Akibatnya, Anda akan menemukan jawaban yang saling berkontradiksi atau tidak konsisten.

4. Evaluasi psikologi

Evaluasi psikologi juga direkomendasikan untuk mendeteksi malingering. Psikolog memiliki panduan wawancara klinis yang ilmiah dan objektif, untuk mengetahui apakah seorang pasien memberikan jawaban yang  jujur, atau jika ia melebih-lebihkan kondisi sebenarnya.

The post Pura-pura Sakit Demi Menghindari Hukuman? Inilah yang Namanya ‘Malingering’ appeared first on Hello Sehat.

Contact Us:
Redaksi: redaksi@uzone.id
Sales: sales@uzone.id
Marketing: marketing@uzone.id
Partnership: partnership@uzone.id

Tag :

Psikologi kesehatan 
To Top