News

Skateboard TAFISA Games 2016, Kelindan Eropa, Australia, dan Indonesia

Skateboard TAFISA Games 2016, Kelindan Eropa, Australia, dan Indonesia


Olahraga skateboard era sekarang tidak melulu berkiblat ke Amerika Serikat. Kini, Benua Eropa bahkan Australia juga mulai dilirik oleh penikmat skateboarding di Asia.

Pada pekan olahraga TAFISA Games 2016, panitia pun menyesuaikan obstacle alias halang rintang dengan sekat-sekat yang mendekati gaya Eropa.

"Gaya dan teknis bermain skateboard ala Amerika Serikat dan Eropa berbeda. Nah, karakter skateboarding di Indonesia lebih dekat ke Eropa," ucap Abdul Kadir, skater asal Indonesia.

"Di Indonesia dan Eropa lebih mengarah kepada street skating. Jadi, obstacle di sini juga didesain menyerupai halang rintang yang biasa ditemui di jalan," katanya.

Sesi latihan peserta lomba skateboarding pada TAFISA Games 2016 di Pantai Carnaval ABC Mall, Taman Impian Jaya Ancol, Jumat (7/10/2016).
Sesi latihan peserta lomba skateboarding pada TAFISA Games 2016 di Pantai Carnaval ABC Mall, Taman Impian Jaya Ancol, Jumat (7/10/2016). (KRISTIANTO PURNOMO/KOMPAS.COM)
Beberapa peserta sudah melakukan persiapan untuk lomba yang dimulai, Sabtu (8/10/2016). Salah satu peserta yang ikut adalah Lucas (21), orang Australia yang lama menetap di Bali.

"Ya, ajang ini sangat bagus untuk kami supaya bisa kenal satu sama lain. Saya juga ingin mengasah kemampuan di sini," tutur Lucas.

Ditanya siapa anutannya dalam bermain skateboard, tanpa ragu Lucas menyebut nama skater asal negaranya yaitu Shane O'Neill.

Nama O'neill melesat sejak 2008 dan menjadi idola para skaters setelah era Tony Hawk. Bahkan, dia sampai dijuluki si robot karena kemampuan skateboarding-nya yang sempurna.

Selain sebagai ajang berlomba dan berkumpul para pegiat skateboard, TAFISA Games 2016 pun mejadi semacam wadah agar bakat-bakat para skater khususnya di Indonesia bisa lebih terekspos.

Contact Us:
Redaksi: redaksi@uzone.id
Sales: sales@uzone.id
Marketing: marketing@uzone.id
Partnership: partnership@uzone.id
To Top