Technology

Gojek Mengelak Soal Koperasi Nakal yang Peras Pengemudi

Gojek Mengelak Soal Koperasi Nakal yang Peras Pengemudi

Gojek mengaku tak tahu menahu soal adanya dugaan pemerasan yang dilakukan koperasi terhadap pengemudi taksi online.

CEO Gojek Nadiem Makariem mengaku tak mengetahui aksi tersebut. Dia juga mengungkap bahwa dirinya tak bisa memberikan tanggapan mengenai hal tersebut.

"Oh kalau itu pertanyaannya, bukan ke saya tanyanya. Maaf ya," jawabnya singkat saat ditemui usai acara peluncuran Go Bills di kantor Gojek, Jakarta, Jakarta Selatan, Rabu (22/11).

Tak cuma Nadiem, saat hal ini dikonfirmaasikan kepada Rindu Ragilia, PR Manager Gojek, ia menambahkan bahwa perusahaan belum bisa memberikan komentar mengenai hal tersebut.

“Kalau soal itu, kami memang belum bisa memberikan pernyataan,” ujarnya singkat.

Sebelumnya, para supir taksi online mengeluhkan bahwa mereka merasa diperas oleh koperasi yang mestinya berperan sebagai badan hukum yang menaungi mereka. Indikasi pemerasan ini lantaran mereka mengaku hanya ditarik uang bayaran tanpa merasa mendapat imbal balik dari koperasi.

Selain itu, para supir yang menjadi anggota koperasi juga mengaku kalau koperasi yang menaungi mereka tak pernah mengadakan Rapat Anggota Tahunan (RAT), tak ada transparansi laporan keuangan kepada anggota, dan ketidakjelasan soal Anggaran Dasar/ Anggaran Rumah Tangga (AD/ ART).

Menyikapi situasi ini, para pengemudi memilih bungkam karena khawatir akun mereka di suspend oleh penyedia aplikasi. Padahal penyedia aplikasi dan koperasi adalah dua entitas hukum berbeda.

Sementara itu, Kementerian Koperasi dan UKM mengaku belum melakukan evaluasi bagi koperasi-koperasi yang menaungi pengemudi online ini. Padahal semestinya koperasi yang beropearsi mengantongi izin dari Kementerian ini.

Berita Terkait

Contact Us:
Redaksi: redaksi@uzone.id
Sales: sales@uzone.id
Marketing: marketing@uzone.id
Partnership: partnership@uzone.id
To Top