Film

Winnie the Pooh Terinspirasi dari Beruang Bernama Growler

Winnie the Pooh Terinspirasi dari Beruang Bernama Growler

Kisah tentang beruang madu menggemaskan, Winnie the Pooh, kali pertama dirilis pada 1926 oleh AA Milne dan ilustrator EH Shepard. Sosok Pooh ternyata terinspirasi dari boneka beruang mainan bernama Growler milik anak lelaki Shepard.

Informasi itu terungkap lewat arsip sketsa sang ilustrator yang terkumpul dalam buku The Art of Winnie the Pooh. Sekitar 80 dari 150 sketsa karya Shepard tersebut belum pernah dipublikasikan sebelumnya, memberi penggemar Pooh fakta baru tentang karakter favorit mereka.

Arsip itu ditemukan oleh James Campbell, suami dari cicit Shepard yang merawat rumah asli mendiang sejak 2010. Campbell mengatakan, Shepard yang tutup usia pada 24 Maret 1976 itu meninggalkan banyak dokumen berharga, baik ilustrasi maupun catatan korespondensi dengan Milne.

"Jelang kematiannya, kakek buyut kami menulis catatan bahwa barang-barang yang ia tinggalkan tidak berharga, hanya setumpuk corat-coret sketsa, sehingga tidak ada yang mengutak-atiknya selama 30 tahun," ucapnya, seperti dikutip dari laman The Guardian.

Selama ini, Pooh diketahui terinspirasi dari boneka beruang milik Christopher Robin, putra Milne. Namun, Campbell menemukan catatan penting bahwa Shepard dan Milne sama-sama menganggap tampilan boneka milik Robin terlalu kasar dan kurang menggemaskan sehingga mereka mencari model lain.

Setelah beberapa kali merundingkan sketsa, Shepard pulang ke rumah dan melihat boneka milik putranya, Graham, yang diberi nama Growler. Ia menggambarnya dan mengirimkan kepada Milne yang menganggap gambar itu sempurna hingga jadilah sosok Winnie the Pooh yang hingga kini dikenal.

Proses kolaborasi dua sahabat Milne dan Shepard terekam kuat dalam buku, termasuk berbagai pujian dan kritik yang dilontarkan satu sama lain. Buku tersebut juga menampilkan foto masa kecil putra mereka, Christopher Robin dan Graham, yang sama-sama menginspirasi kisah Winnie the Pooh.

"Pembaca dapat melihat bagaimana sketsa dengan garis sederhana dikembangkan hingga menjadi ilustrasi. Baik Milne, Shepard, dan penerbit Methuen menyadari bahwa kekuatan dari Pooh adalah kombinasi kuat antara ilustrasi dan narasinya," kata Campbell.

Contact Us:
Redaksi: redaksi@uzone.id
Sales: sales@uzone.id
Marketing: marketing@uzone.id
Partnership: partnership@uzone.id

Tag :

Winnie The Pooh 
To Top