Digilife

Spotify Setop Iklan Politik di 2020

  • 03 January 2020
  • Bagikan :

    Ilustrasi. (Foto: Unsplash)

    Uzone.id - Spotify Technology SA alias Spotify mengatakan akan menghentikan iklan politik di awal 2020.

    Mengutip Reuters, layanan streaming musik berbayar paling populer di dunia, dengan hampir 141 juta pengguna yang menikmati konten dengan iklan pada Oktober, mengatakan penyetopan juga bakal meluas ke konten orisinal dan podcast eksklusif.

    Langkah ini muncul sebagai kampanye menjelang pemilihan presiden Amerika Serikat (AS) pada November 2020 yang akan memanas.

    "Untuk saat ini, kami belum memiliki sistem dan alat yang mumpuni untuk memvalidasi dan meninjau konten ini (politik) secara bertanggung jawab," kata juru bicara Spotify dalam sebuah pernyataan kepada Reuters.

    "Kami akan menilai kembali keputusan (pemberhentian) ini dan akan terus mengembangkan kemampuan kami," ujarnya lebih lanjut.

    Baca juga: Fitur Baru WhatsApp yang Muncul di 2020

    Spotify, yang hanya menerima iklan politik di Amerika Serikat, tidak menjawab pertanyaan tentang berapa banyak pendapatan yang dihasilkan perusahaan dari iklan politik.

    Platform online lain, termasuk Facebook dan Alphabet juga berhenti membawa iklan politik yang mengandung informasi keliru atau menyesatkan.

    Twitter juga melarang iklan politik pada Oktober. Di November, Google pun mengatakan akan berhenti memberikan pengiklan kemampuan untuk menggunakan data pemilih umum dan pihak politik lainnya.

    Baca juga: Microsoft Klaim ‘Hajar’ Hacker Thallium Korea Utara

    "Untuk saat ini, kami belum memiliki sistem dan alat yang mumpuni untuk memvalidasi dan meninjau konten ini (politik) secara bertanggung jawab," kata juru bicara Spotify dalam sebuah pernyataan kepada Reuters.

    "Kami akan menilai kembali keputusan (pemberhentian) ini dan akan terus mengembangkan kemampuan kami," ujarnya lebih lanjut.

    Spotify, yang hanya menerima iklan politik di Amerika Serikat, tidak menjawab pertanyaan tentang berapa banyak pendapatan yang dihasilkan perusahaan dari iklan politik.