Startup

2022 (Masih) Tahunnya Startup dan Digitalisasi UMKM

  • 02 January 2022
  • Bagikan :
    2022 (Masih) Tahunnya Startup dan Digitalisasi UMKM Ilustrasi: Proxyclick/Unsplash

    Uzone.id – Kurang lebih, 2022 akan menjadi tahun “lebih maksimal” dari apa yang sudah dijalankan dan diharapkan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) untuk sektor ekonomi digital, yakni tumbuhnya startup digital dan digitalisasi UMKM.

    Juru Bicara Kementerian Kominfo Dedy Permadi menyatakan pihaknya akan terus melakukan kolaborasi untuk optimalisasi ekosistem ekonomi digital dilakukan melalui Program Startup Digital dan Digitalisasi UMKM.

    “Untuk memfasilitasi para startup digital, kami memiliki program komprehensif dimulai dari level pengenalan terhadap startup hingga business matchmaking,” ujarnya dalam acara virtual ‘Mendigitalkan Indonesia: Retrospeksi Kominfo 2021 dan Outlook 2022’.

    Dedy menjelaskan level pengenalan bisnis hingga business matchmaking mencakup beberapa program yang pertama Sekolah Beta yang memberikan literasi dasar mengenai startup, kedua Gerakan 1000 Startup Digital yang memfasilitasi inkubasi, dan ketiga Startup studio ID yang memfasilitasi product-market-fit.

    Baca juga: Kaleidoskop 2021: 4 Pencapaian Startup di Indonesia

    “Selanjutnya keempat Hub.id yang memfasilitasi business matchmaking dan juga memfasilitasi peluang investasi, serta yang kelima Indonesia Game Developer Exchanges atau IGDX yang memberikan mentorship kepada para pengembang game lokal,” jelasnya.

    Melalui Program Digitalisasi UMKM, Kementerian Kominfo menyiapkan pelaku UMKM dapat menjalani aktivasi active selling, pelatihan Digital Entrepreneurship Academy (DEA) dan UMKM dengan fokus di 10 kawasan wisata prioritas.

    “Peserta program telah mendapatkan pelatihan dan starter kit paket data, aplikasi agregator, aplikasi Point-of-Sales (PoS) serta Learning Management System (LMS)," tutur Dedy.

    Jubir Kominfo, Dedy Permadi. Foto: kominfo.go.id

     

    Kedua program prioritas tersebut masing-masing ditargetkan akan mampu menjangkau jumlah 100 ribu peserta tahun 2022. Bahkan, untuk pengembangan ekosistem startup digital, Kementerian Kominfo membuka peluang untuk mengikuti program Sekolah Beta, Gerakan Nasional 1000 Startup Digital, Startup Studio ID, Hub.id dan IGDX.

    “Kemudian terkait dengan digitalisasi UMKM, Kementerian Kominfo menargetkan 100 ribu peserta dapat terfasilitasi hingga di level active selling yakni level lanjutan setelah digital on boarding,” imbuh Dedy.

    Dalam kesempatan itu, Dedy tak lupa memaparkan beberapa tantangan dalam mengoptimalkan ekosistem ekonomi digital Indonesia, salah satunya jumlah sumber daya manusia.

    Baca juga: Microchip untuk Cek Vaksin Terwujud Nyata

    "Selain itu, juga ada pembukaan akses pasar pendanaan yang terbatas, banyaknya UMKM yang belum memiliki akses keuangan dan perbankan,” katanya lagi.

    Adapun tantangan lain berkaitan dengan ekosistem infrastruktur logistik yang belum optimal di seluruh Indonesia, serta budaya dan etika berbelanja daring yang kurang atau belum teredukasi secara maksimal.

    “Ini akan menjadi perhatian serius Kominfo, sehingga kita bisa bersama-sama dengan ekosistem melakukan optimalisasi ekonomi digital di tahun yang akan datang,” tandasnya.

    Diketahui, pertumbuhan ekonomi sektor infokom dapat dilihat pada tiga kuartal pertama di tahun 2021, dimana sektor digital tumbuh berturut-turut di angka 8,72 persen, 6,87 persen dan 5,51 persen year-on-year.

    Sektor digital selama ini diakui sebagai salah satu akselerator bagi sektor lain selama pandemi Covid-19 melalui beragam solusi sektoral seperti e-health, edutech, fintech dan e-commerce.

    Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini