
-
Ilmuwan muslim punya peran penting dalam dunia penelitian moderen. Bahkan ada beberapa yang hasil pemikirannya digunakan hingga saat ini
Ya, ilmuwan muslim ini tak hanya menjadikan Alquran sebagai kitab suci saja, namun juga dijadikan patokan untuk melakukan penelitian.
Siapa sajakah mereka? Beriku Uzone.id rangkumkan untuk kamu dari berbagai sumber.
1. Al Battani
Ilmuwan selanjutnya adalah Abu Bakar Muhammad bin Zakaria Al Razi atau dikenali sebagai Rhazes di dunia Barat. Dia dikenal sebagai salah seorang pakar sains Iran yang hidup antara tahun 864-930.
Dia lahir di Rayy, Teheran, pada tahun 251 H/865 dan wafat pada tahun 313 H/925. Ar-Razi diketahui sebagai ilmuwan serba bisa dan dianggap sebagai salah satu ilmuwan terbesar dalam sejarah.
Dia merupakan dokter pertama yang membuat penjelasan seputar penyakit cacar, ilmuwan yang menemukan penyakit alergi asma, dan ilmuwan pertama yang menulis tentang alergi dan imunologi.
Pada salah satu tulisannya, dia menjelaskan timbulnya penyakit rhintis setelah mencium bunga mawar pada musim panas. Razi juga merupakan ilmuwan pertama yang menjelaskan demam sebagai mekanisme tubuh untuk melindungi diri.
5. Abu Musa Jabir ibn Hayyan
ia mengembangkan teknik eksperimentasi sistematis dalam penelitian kimia, sehingga setiap eksperimen dapat direproduksi kembali. Jabir menekankan bahwa kuantitas zat berhubungan dengan reaksi kimia yang terjadi.
Atas penelitiannya itu, Jabir dianggap sebagai perintis hukum perbandingan tetap. Kontribusi lainnya adalah penyempurnaan proses kristalisasi, distilasi, kalsinasi, sublimasi, dan penguapan serta pengembangan instrumen.
Bapak Kimia Arab ini dikenal karena karya-karyanya yang sangat berpengaruh pada ilmu kimia dan metalurgi, antara lain Kitab Al-Kimya, Kitab Al-Sabeen, Kitab Al Rahmah, Al Tajmi, dan lainnya.