Digilife

5 Fakta Facebook, Metaverse dan Nasib Data Pengguna

  • 29 October 2021
  • Bagikan :
    5 Fakta Facebook, Metaverse dan Nasib Data Pengguna

    Uzone.id -- Setelah muncul pemberitaan bahwa Facebook mengubah nama perusahaan mereka dari Facebook Inc. menjadi Meta Platforms Inc., warganet dari seluruh dunia bereaksi. Tak hanya mengkritik, namun tak sedikit yang juga mendadak bingung.

    Wajar jika bingung, mengingat Facebook belakangan ini diterpa berbagai masalah dan tiba-tiba malah mengganti nama. 

    Dari nama Meta Platforms Inc. yang kemudian disingkat menjadi Meta, muncul pula istilah “metaverse” yang membuat tanda tanya besar. Ini makhluk apa dan sebetulnya apakah Facebook akan benar-benar hilang?

    Baca juga: Arti Meta, Nama Baru Facebook

    Tak perlu banyak bingung, lebih baik baca lima hal penting dari penggantian nama Facebook dan detail lainnya di bawah ini.

    1. Apa itu metaverse?

    Istilah “metaverse” menjadi kata andalan untuk memantik imajinasi industri teknologi dunia dalam mewujudkan ide dan masa depan futuristik. Kemudian metaverse kini menjadi sebuah jargon atau arti yang melengkapi nama baru Facebook.

    Dari penjelasan Zuckerberg, metaverse sendiri digambarkan sebagai “lingkungan virtual” yang dapat dimasuki manusia -- jadi tak cuma dinikmati melalui layar perangkat saja. 

    Metaverse diharapkan dapat menggambarkan sebuah dunia berisi komunitas virtual yang saling terhubung tanpa batas, tempat di mana orang-orang bertemu, bekerja, dan bermain dengan menggunakan perangkat headset VR, kacamata AR, aplikasi ponsel, dan lain-lain.

    2. Apa yang orang bisa lakukan di dunia metaverse?

    Banyak hal seperti konser virtual, jalan-jalan online, melihat atau menciptakan karya seni, dan mencoba atau membeli pakaian digital.

    Mengutip NPR, metaverse juga diyakini dapat menjadi game-changer untuk kultur perubahan kerja WFH-WFO di tengah pandemi Covid-19. Alih-alih bertemu dengan rekan kerja di lanskap video call seperti biasa, nantinya sebuah tim bisa berkumpul di sebuah kantor atau ruangan virtual.

    Facebook telah meluncurkan software untuk perusahaan-perusahaan yang diberi nama Horizon Workrooms yang dapat digunakan bersama headset Oculus VR yang harganya mencapai USD300 atau setara Rp4,2 juta.

    “Banyak pengalaman metaverse nantinya akan mampu memindahkan satu pengalaman ke yang lainnya,” ungkap Zuckerberg.

    3. Facebook akan sepenuhnya beralih ke metaverse?

    Zuckerberg tampak begitu berambisi melihat generasi internet selanjutnya dan menurutnya, teknologi ini akan menjadi bagian besar bagi ekonomi digital.

    Jadi, kurang lebih, jawabannya iya.

    Baca juga: Banjir Meme dan Reaksi Netizen untuk Nama Baru Facebook

    Meski begitu, keputusan mengganti nama dan fokus ke metaverse ini menuai banyak kritik. Zuckerberg dinilai ingin mengalihkan krisis perusahaan, termasuk permasalahan monopoli, pengakuan whistleblower belakangan ini, dan sikap perusahaan dalam menghadapi konten misinformasi.

    4. Jadi, metaverse hanya proyek milik Facebook?

    Tidak. Perusahaan lain juga ingin mengarah ke metaverse, termasuk Microsoft dan produsen chip, Nvidia.

    “Menurut kami, akan banyak perusahaan yang membangun dunia dan lingkungan virtual di metaverse, sama halnya ketika banyak perusahaan melakukan banyak hal di World Wide Web,” tutur Vice President Omniverse di Nvidia, Richard Kerris.

    Perusahaan video game juga kabarnya siap mengambil peran, seperti Epic Games dan Roblox.

    5. Metaverse = memanen banyak data?

    Ini masih menjadi misteri dan banyak yang mempertanyakan. Visi metaverse dari Zuckerberg dianggap kontradiktif dengan antusiasme para pemerhati metaverse secara umum.

    Mereka melihat bahwa metaverse ini sebagai pembebasan kultur online dari raksasa teknologi seperti Facebook -- jejaring sosial yang tampak ‘posesif’ dengan akun-akun pengguna, foto-foto, dan data lain yang dibagikan penggunanya.

    “Kami ingin punya kemampuan bergerak di sekitar internet dengan tentram, tanpa dilacak dan dipantau,” kata pemodal ventura Steve Jang.

    Cukup jelas sebenarnya bahwa Facebook ingin membawa model bisnisnya --yang mana berdasarkan penggunaan data pribadi untuk menjual iklan-- ke metaverse.

    “Iklan akan terus menjadi bagian penting dari strategi di seluruh bagian media sosial tentang apa yang kita lakukan, dan kemungkinan akan menjadi bagian bermakna bagi metaverse juga,” kata Zuckerberg.

    Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini