Telco

5G Indosat Pakai Frekuensi 1.800 MHz, Apa Bedanya dengan 2,3GHz?

  • 12 June 2021
  • Bagikan :
    5G Indosat Pakai Frekuensi 1.800 MHz, Apa Bedanya dengan 2,3GHz?

    Foto: dok. Indosat Ooredoo

    Uzone.id -- Setelah Telkomsel mengkomersialkan 5G di Tanah Air, rasanya tinggal menunggu pengumuman resmi kapan giliran Indosat Ooredoo menyusul. Dari proses uji coba, Indosat akan menggunakan frekuensi 1.800 MHz untuk implementasi 5G.

    Selama ini, kita tahu kalau Telkomsel menggunakan pita frekuensi 2,3 GHz dan juga 1.800 MHz untuk menggelar 5G di Indonesia, namun yang sering dibahas adalah 2,3 GHz. Kini, jika Indosat mengkomersialisasikan 5G di 1.800 MHz, apa bedanya kira-kira?

    Dari penuturan praktisi teknologi Lucky Sebastian, pita frekuensi 1.800 MHz sifatnya lebih umum dan banyak digunakan oleh operator di dunia, seperti Jerman dan Belanda.

    Baca juga: Dikabarkan Lulus ULO, Kapan Indosat Gelar 5G?

    Band 5G di 1,8 GHz ini lebih standar, hampir semua ponsel 5G mendukungnya. Jadi ini adalah kelebihan untuk Indosat. Tinggal nanti bagaimana implementasi 5G-nya, apakah butuh control plane, dan apakah para vendor perlu modifikasi firmware seperti yang terjadi dengan Telkomsel atau tidak,” ungkap Lucky saat berbincang dengan Uzone.id.

    Lucky melanjutkan, “nantinya tetap Indosat juga yang harus punya pita lain untuk 5G agar lebih optimal, seperti low band, dan mungkin saja mid band dengan frekuensi lain, begitu pun dengan high band.”

    Sejauh ini, diketahui Indosat telah menyiapkan ekosistem jaringan untuk mendukung 5G, seperti kerapatan site (build new sites), fiberisasi, termasuk juga Segment Routing IPv6 dan Model Operasi Digital dengan Artificial Intelligence (AI).

    Baca juga: Kominfo Bagi 3 Lapisan Frekuensi 5G

    Meski masih malu-malu, pihak Indosat mengatakan kalau pihaknya masih terus berkoordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika terkait proses Uji Layak Operasi (ULO) 5G. Sedangkan pihak Kominfo mengatakan sedang mempersiapkan Surat Keterangan Laik Operasi (SKLO) dari Dirjen PPI atas nama Menkominfo Johnny G. Plate.

    ULO sendiri merupakan syarat wajib bagi setiap operator seluler yang akan memberikan layanan seluler dengan teknologi baru. Tujuan ULO dimaksudkan agar layanan yang diberikan kepada masyarakat memenuhi kualitas layanan yang memadai.

    Indosat dari awal memang mengumumkan akan menggunakan frekuensi di 1.800 MHz saja, sedangkan Telkomsel di 2,3 GHz dan 1.800 MHz.

    Telkomsel secara keseluruhan memiliki alokasi 50 MHz pada frekuensi 2,3 GHz. Sedangkan di frekuensi 1.800 MHz alokasi pitnya 22,5 MHz. Pita frekuensi radio 2,3 GHz akan dipakai untuk data plane dan pita frekuensi radio 1800 MHz untuk control plane.

    Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini