Auto

Beberapa Teknologi Mobilitas New Normal, Dari Konvensional sampai Beneran Canggih!

  • 03 June 2020
  • Bagikan :
    Beberapa Teknologi Mobilitas New Normal, Dari Konvensional sampai Beneran Canggih!

    Uzone.id - New normal, new normal, new normal, betapa setiap hari makin sering aja kosakata ini bergaung. Benarkah sekarang saatnya new normal?

    Pertanyaan tersebut sengaja difokuskan untuk sektor mobilitas yang memungkinkan manusia tetap bisa berpindah ditengah pandemi yang dipaksa jadi teman keseharian.

    Menariknya, adaptasi yang dilakukan biasanya kerap memunulkan inovasi-inovasi baru yang mendukung terciptanya mobilitas manusia di era new normal ini.

    Inovasi tersebut mulai dari yang konvensional sampai yang beneran canggih, yang semua tujuannya adalah bagaimana caranya manusia bisa tetap berpindah tempat sepraktis, nyaman dan seamanan mungkin.

    Nah, berikut kami rangkum beberapa teknologi mobilitas manusia di era new norma yang sedang bersiap kita jalani. Apa aja?

    1. Sekat pembatas pada mobil dan motor

    Layanan taksi dan ojek online pastinya perlu berpikir ulang bagaimana caranya penumpang tetap dapat diangkut dengan aman dan nyaman di era new normal.

    Salah satu caranya, ini terbilang konvensional dan memang diawal-awal bakal sedikit bikin risih saat kita naik ojek atau taksi online, yakni karena adanya sekat pembatas.

    Yess, layanan ojek dan taksi online bakal memasang sekat pembatas antara driver dan penumpang. Tujuannya, jelas mengamankan kedua pihak--driver dan penumpang.

    sama-sama mengandalkan bahan plastik transparan sebagai pembatas ntar manusianya, bedanya kalau motor sekatnya mirip sekat diantara toples ikan cupang agar tidak berantem, sementara kalau mobil sekatnya mirip akuarium.

    Cara ini dianggap efektif, murah dan lebih realistis untuk segera diterapkan, meski terkesan konvensional.

    2. Mobil tanpa supir

    Opsi kedua yang bakal tumbuh dan berkembang adalah mobil tanpa supir. Kalau sebelumnya kemunculannya hanya sebatas pengujian dan belum digunakan apalagi dijual massal, namun era new normal akan memaksa para insinyur terus menyempurnakan autonomous driving tersebut.

    Ini merupakan teknologi mobilitas yang paling revolusioner dan pengembangannya pun sebenernya sudah sangat lama sekali.

    Indonesia sendiri, sebenernya pernah mencicipi mobil autonomous saat Telkomsel membawanya di hajatan Asian Games 2018 dan mempersilakan pengunjung GBK Senayan untuk mencobanya.
    Kami pun sempat mencobanya dan hasilnya gak buruk kok untuk diterapkan sehari-hari. Mobil tanpa supir tersebut bisa bekerja optimal dengan mengandalkan jaringan uji 5G Telkomsel.

    Mobil tanpa supir jelas jadi solusi paling revolusioner di sektor transportasi karena antara supir dan penumpang sudah gak harus menjaga jarak fisik lagi, karena memang gak ada drivernya.

    3. Drone

    Drone pun kini sudah mulai digunakan untuk melakukan banyak hal terkait dengan kebutuhan mobillitas manusia, jadi helikopter mini ini gak sekedar untuk merekam gambar dan jadi mainan hobi aja.

    Setidaknya, sudah ada beberapa pengujian drone di Indonesia yang bisa digunakan untuk manfaat lain, seperti menyiramkan disinfektan, bahkan mengirim makanan dan barang yang relatif ringan.

    Kedepannya, jenis dan fungsi drone pengangkut pastinya bakal lebih beragam dan spesifik. Mulai dari pengantar makanan, pengantar barang, dokumen, sampai manusianya itu sendiri, seharusnya juga bakal bisa dipindahkan oleh drone.

    4. Robot

    Terakhir mungkin ya industri robot pembantu manusia yang bakal berkembang ditengah era new normal ini. Robot-robot bakal dioptimalkan untuk membantu aktifitas manusia, termasuk dalam urusan perpindahan alias mobilitas.

    Bisa saja nanti yang jadi kurir adalah robot, sehingga manusia gak perlu seliweran mengantarkan berbagai kebutuhan.

    Robot juga yang bakal mengatur lalu lintas, sehingga pak polisi gak harus panas-hujanan dan berinteraksi dengan pengendara lagi.

    Teranyar di Indonesia, dimana Telkom sudah memberikan bantuan robot untuk melakukan disinfeksi dan sterilisasi ruangan isolasi untuk Gugus Tugas Covid-19 di Indonesia.

    Robot buatan Telkom University ini bis bekerja selama 5 jam dan bisa dikendalikan secara remote atau autonomous control mode.

    Dilengkapi sensor ultrasonik, robot bisa berkeliling disekitaran ruang isolasi dan bekerja dengan memaparkan sinar ultraviolet untuk memecah virus COVID-19.

    VIDEO Rekondisi Yamaha NMax 2016, Berapa Total Biayanya?

    Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini