Digilife

Bos Facebook Akui TikTok Pesaing Terkuat yang Pernah Ada

  • 27 October 2021
  • Bagikan :
    Bos Facebook Akui TikTok Pesaing Terkuat yang Pernah Ada

    Ilustrasi foto: NEoNBRAND/Unsplash

    Uzone.id - Mark Zuckerberg selaku CEO Facebook membagikan sebuah postingan tulisan panjang dalam akun Facebooknya pada Selasa, 26 Oktober 2021.

    Tulisan tersebut membahas mengenai produk yang sedang dikembangkan termasuk tiga produk yang akan menjadi prioritas mereka untuk kedepannya serta ‘perubahan signifikan’ yang akan mereka lakukan.

    Salah satu tujuan dari Facebook adalah mereka akan berfokus untuk mengoptimalkan salah satu fitur terbaru mereka yaitu Reels. Fitur ini menjadi salah satu upaya perusahaan dalam menghalau popularitas TikTok sebagai pesaing mereka.

    “Reels telah menjadi pendorong utama dalam pertumbuhan engagement di Instagram. Ini sangat menyenangkan dan untuk kedepannya saya rasa fitur ini akan memiliki potensi yang cukup besar,” tambahnya.

    Baca juga: Mark Zuckerberg Mau Ubah Facebook Jadi Dunia Tiga Dimensi

    Perlu diakui, popularitas TikTok saat ini terus mengalami peningkatan. Bahkan di tahun 2022, TikTok diprediksi menjadi tren utama sosial media, bersama dengan Metaverse yang sedang dikembangkan.

    “Kami juga akan membuat perubahan signifikan pada Instagram dan Facebook di tahun depan untuk lebih condong ke video dan membuat Reels sebagai bagian dari pusat pengalaman (penggunaan platform).”

    Perubahan ini dilakukan Facebook untuk menggaet perhatian para pengguna di usia 18-29 tahun atau golongan dewasa muda. Kaum pengguna dengan rentan usia 18-29 tersebut diakui Facebook sebagai ‘masa depan’ perusahaan.

    Baca juga: Laporan: TikTok Jadi Tren Utama di Tahun 2022

    “Dan selama periode ini, persaingan semakin ketat, terutama dengan popularitas iMessage Apple dan baru-baru ini ada TikTok, yang merupakan salah satu pesaing paling efektif yang pernah kita hadapi,” ujar Mark Zuckerberg.

    Melihat kondisi tersebut, perlu bagi perusahaan untuk melakukan perubahan di platformnya. Pergeseran ini diakui Zuckerberg akan memakan waktu bertahun-tahun untuk sepenuhnya dijalankan.

    Oleh karena itu, alih-alih melakukan optimalisasi untuk jumlah lansia yang lebih banyak, Facebook melakukan ‘retooling’ dalam tim nya untuk menjadikan ‘pelayanan terhadap pengguna dewasa muda’ sebagai ‘Bintang Utara’ mereka. 

    Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini