Auto

Cara Hadapi 'Ranjau Lubang' di Musim Hujan

  • 14 November 2016
  • Bagikan :
    Cara Hadapi 'Ranjau Lubang' di Musim Hujan


    Musim hujan identik dengan jalan yang rusak dan berlubang. Meski cukup berbahaya, namun ada kalanya lubang di jalan luput untuk kita hindari, terutama untuk pengguna sepeda motor.

    Pertanyaanya, bagaimana meyikapi lubang di jalan yang memang sulit untuk dihindari. Menjawab hal ini, Jusri Pulubuhu pendiri dari Jakarta Defensive Driving Center (JDDC) mengatakan bahwa kuncinya adalah keseimbangan dan waspada.

    "Dengan waspada respon kita akan cepat, tapi harus dibarengi dengan keseimbangan. Menyangkut lubang yang sulit dihindari baiknya mengerem atau gas, itu tergantung situasi dan seberapa dalam lubang itu," ucap Jusri saat dihubungi Otomania, Kamis (10/11/2016).

    Menurutnya, di saat lubang masih bisa dihindari baiknya melakukan pengereman, namun pastikan kondisi di belakang tidak ramai karena berbahaya. Namun bila kondisi tidak memungkinkan ada teknik untuk melewatinya lubang tanpa harus berhenti.

    "Ini bicara soal teknik, agak sulit bila tidak praktek. Intinya kurangi kecepatan gas dan lakukan harsh breaking atau pengeraman sebelum meyentuh bibir lubang. Saat sok depan turun menghantam lubang, lepas rem dibarengi dengan membuka gas," papar Jusri.

    Perlu diingat kondisi ini bisa dilakukan dalam bagi pengendara yang sudah terlatih. Selain teknik melewati, posisi tubuh saat menghantam lubang juga ada kriterianya, yakni cenderung ke belakang dengan lutut menjepit kedua sisi tangki.


    Kondisi hujan saat sesi uji kompetensi safety riding berlangsung.Stanly/Otomania
    "Kita manfaatkan rebound dari sok saat terbentur dengan lubang dan dialihkan ke roda belakang. Posisi lutut menjepit tangki agar dan posisi duduknya jongkok tidak menempel dengan jok. Gunanya agar kita terhindar dari hide side di jok yang bisa membuat pengendara terlempar saat terjadi benturan," ujar Jusri.

    Jusri juga mengingatkan agar sebisa mungkin menghidar lubang yang tertutup genganan air.  Hal ini karena tidak ada kepastian seberapa dalam lubang tersebut untuk bisa dilalui.

    Penulis: Stanly Ravel
    Editor: Azwar Ferdian
    Copyright Kompas.com

    Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini