icon-category Digilife

China Ketar-Ketir, Hacker Klaim Bobol 1 Miliar Data Warganya

  • 06 Jul 2022 WIB
  • Bagikan :
    Ilustrasi foto: Sai Kiran Anagani @anagani_saikiran/Unsplash

    Uzone.id - Bicara soal keamanan data, China jadi negara yang selalu sensitif kalau ada yang berniat mencuri data warganya. Bahkan, mereka terus menerus waspada terhadap aplikasi dan layanan dari luar negeri karena khawatir data pribadi masyarakatnya dibobol.

    Dan ternyata, kabar terbaru mengatakan kalau China kecolongan soal pembobolan data. Gak tanggung-tanggung, sebanyak 1 miliar data warga Tiongkok diklaim telah diretas dari database kepolisian Shanghai.

    Dilansir dari Engadget, peretas ini menjual sekitar 23 TB data warga China dengan harga 10 bitcoin atau kisaran USD198 ribu (Rp2,9 miliar).

    Baca juga: Malware Penyedot Pulsa Ancam Pengguna Android, Awas Ketipu!

    Data-data yang bocor ini meliputi nama, alamat, tempat lahir, KTP dan nomor telepon. Bahkan, sampel data dan laporan kejahatan semenjak 1995 pun ada dalam data-data tersebut.

    Untuk membuktikannya, beberapa orang mencoba untuk menghubungi nomor yang tertera dalam data yang bocor tersebut.

    Belum dijelaskan bagaimana cara peretas untuk menyusup ke basis data polisi China, walaupun ada dugaan kalau akses ini berawal dari perusahaan cloud Alibaba yang bernama Aliyun.

    Baca juga: Microsoft Defender Lindungi Android, iOS & macOS

    Aliyun ini adalah tuan rumah dan basis dari data-data yang bocor tersebut, Alibaba kemudian menjawab kalau pihaknya sedang menyelidiki masalah ini.

    Kehati-hatian China selama ini ternyata tetap memberikan celah bagi para hacker untuk membobol data warga mereka yang berharga. Bahkan, kasus pembobolan data ini disebut sebagai pelanggaran keamanan siber paling besar dalam sejarah China.

    Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini