Digilife

Data Pengguna Bocor, KreditPlus Lakukan Investigasi Mendalam

  • 05 August 2020
  • Bagikan :

    Ilustrasi. (Foto: Unsplash)

    Uzone.id - Jasa pinjaman online KreditPlus mengalami kebocoran data pengguna. Ada hampir 900 ribu data nasabah yang diperjualbelikan di forum hacker.

    Terkait hal ini, Direktur KreditPlus Peter Halim memberikan tanggapan dalam sebuah pernyataan resmi. Ada enam poin yang disampaikan Peter.

    Pertama, setelah adanya pemberitaan mengenai adanya kebocoran data konsumen KreditPlus, kami segera melakukan investigasi internal untuk mengetahui fakta sebenarnya.

    Kedua, hasil investigasi sementara kami menunjukan adanya tindakan pencurian data oleh pihak ketiga yang tidak berwenang terkait informasi konsumen KreditPlus.

    Baca juga: Kominfo Minta KreditPlus Berikan Klarifikasi Terkait Bocornya Data Pengguna

    Ketiga, KreditPlus telah melakukan tindakan cepat dengan menggunakan jasa konsultan cyber security eksternal yang sangat kompeten dan berpengalaman untuk melakukan investigasi mendalam dan komprehensif atas dugaan kebocoran data konsumen tersebut.

    Proses investigasi oleh konsultan cyber security eksternal tersebut saat ini masih berlangsung. Selain melakukan investigasi, konsultan cyber security eksternal tersebut juga akan memberi rekomendasi langkah-langkah yang diperlukan untuk meningkatkan perlindungan data konsumen KreditPlus.

    “Untuk menyelidiki kasus tersebut, KreditPlus telah melibatkan ahli forensik digital terkemuka dan akan segera melaporkan kejadian ini kepada Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), tulis Peter.

    Keempat, KreditPlus juga bekerjasama dengan pihak berwenang dalam investigasi tersebut untuk memastikan agar data pribadi konsumen aman dan terlindungi.

    Baca juga: Data Pelanggan Kerap Bocor, Pakar Siber Minta Perusahaan Lakukan Ini

    Kelima, KreditPlus sudah menerapkan perlindungan terhadap kredensial finansial konsumen antara lain dengan menerapkan sistem kode OTP (one-time password) yang hanya bisa diakses secara real time oleh konsumen.

    Peter menyatakan, “Kami senantiasa mengingatkan konsumen agar berhati-hati dengan tidak memberikan kode OTP dan kata sandi kepada pihak lain termasuk yang mengatasnamakan KreditPlus untuk alasan apapun.”

    “Kami juga terus melakukan edukasi kepada konsumen terkait keamanan data, seperti mengganti kata sandi secara periodik,” imbuhnya.

    Keenam, konsumen dan mitra kerja KreditPlus selalu menjadi prioritas utama dan KreditPlus selalu berupaya secara maksimal untuk memastikan data konsumen dan mitra kerja kami selalu terlindungi.

    “Kami menangani masalah keamanan ini dengan sangat serius dan terus berinvestasi untuk lebih meningkatkan keamanan di platform aplikasi kami,” ungkap Peter.

    }); setTimeout(function(){ $(".modal2").addClass('hilang'); }, 30000);