Travel

Diskon Tiket Pesawat Hanya Gimmick Marketing?

  • 05 July 2019
  • Bagikan :
    Diskon Tiket Pesawat Hanya <i>Gimmick Marketing</i>?

    Ilustrasi. (Foto: Unsplash)

    Uzone.id - Dua maskapai bertarif rendah alias low cost carrier (LCC), Lion Air dan Citilink, telah mengumumkan diskon harga tiket pesawat untuk beberapa rute penerbangan.

    Menanggapi hal itu, Tulus Abadi, Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mengatakan, “Upaya pemerintah menurunkan tiket pesawat LCC di jam tertentu dan hari tertentu, dari sisi ekspektasi masyarakat, bisa dipahami. namun ada beberapa catatan.”

    Baca juga: Gak Cuma Lion Air, Citilink Juga Beri Diskon Harga Tiket Pesawat

    Pertama, kepada Uzone.id, Tulus mengatakan, turunnya tiket tersebut hanya gimmick marketing, alias tipuan pada konsumen.

    “Sebab turunnya tiket hanya pada jam dan hari non peak session. Tanpa diminta pun, pihak maskapai akan menurunkan tarif tiketnya pada jam dan hari non peak session tersebut. Jadi turunnya tiket pesawat hanya kamuflase saja,” ujar Tulus.

    Baca juga: Negara dengan Paspor Terlemah di Dunia, Masyarakatnya Sulit Keluar Negeri

    Kedua, jika tarif tiket pesawat mau turun signifikan, maka pemerintah harus menghapus PPN tiket sebesar 10 persen, dan PPN avtur sebesar 10 persen juga.

    Lebih lanjut, Tulus mengatakan, “Di banyak negara tidak ada PPN tiket dan avtur. Jadi pemerintah harus bersikap fair, jangan hanya maskapai saja yang diinjak agar tarifnya turun, tetapi pemerintah tidak mau "bagi bagi beban" alias mau menang sendiri.”

    Baca juga: Lion Air Kasih Diskon Tiket Pesawat, Tapi Kok Cuma ke Indonesia Timur?

    Ketiga, kebijakan pemerintah untuk menurunkan tiket pesawat, di luar ketentuan regulasi soal tarif batas atas (TBA) dan tarif batas bawah (TBB), bisa menjadi kebijakan kontraproduktif.

    “Sisi keberlanjutan finansial maskapai udara yang menjadi taruhannya, dan ending-nya konsumen justru akan dirugikan,” ungkap Tulus.

    Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini