icon-category Digilife

Diskusi Online Diserang Gambar Porno, Anak BJ Habibie Larang Penggunaan Zoom

  • 16 Apr 2020 WIB
  • Bagikan :

    Ilustrasi. (Foto: blog.zoom.us)

    Uzone.id - Dewan Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional (Wantiknas) menggelar diskusi online di Zoom pada Kamis (16/4). Sayangnya, diskusi online tersebut diserang zoombombing alias serangan hacker yang menyusup dan mengirimkan gambar porno ke diskusi online di Zoom.

    Seperti yang sudah diungkapkan detail di sini, peretas mengganggu sesi tanya jawab dengan menghadirkan beberapa gambar porno. Serangan berlangsung sekitar 15 menit. Para peserta meramaikan dengan keluhan dari beberapa peserta terkait suara yang berisik dan hacker.

    Di akhir acara, Garuda Sugardo, Anggota Tim Pelaksana Wantiknas sempat menyinggung soal zoombombing yang menyerang diskusi online tersebut.

    Baca juga: 500 Ribu Akun Pengguna Zoom Dijual Hacker di Dark Web

    “Di kejadian hari ini memang kita terkena zoombombing dan itu menjadi perhatian Wantiknas untuk memanfaatkan produk lokal,” ujarnya.

    Putra presiden ketiga RI Bacharuddin Jusuf Habibie, Dr. Ing. Ilham A. Habibie, MBA yang juga hadir dalam diskusi online menyampaikan, “Saya kira penting sekali kita perhatikan supaya tidak terkena lagi.”

    Ilham yang sekaligus menjabat sebagai Ketua Tim Pelaksana Wantiknas mengatakan bahwa selama ini, ia selalu melakukan video conferencing dengan pihak dari luar negeri, seperti Amerika Serikat atau Eropa menggunakan Google Hangouts atau Microsoft Teams.

    Baca juga: Jantung Nyaris ‘Copot’ Kena Zoombombing Gambar Porno

    “Saya perhatikan selama ini kalau saya bervideo conferencing dengan pihak luar, boleh dikatakan misalnya saya kemarin dengan Amerika, Eropa, Prancis, tidak ada satu pun yang menggunakan Zoom,” ungkap Ilham.

    Lebih lanjut, ia menyampaikan, “Saat itu pakai Google Hangouts, yang satu pakai Microsoft Teams, karena memang mereka sudah sadar mengenai kelemahan Zoom, dan terbukti dengan kejadian hari ini.”

    Ilham menyarankan tim Wantiknas untuk mencari alternatif platform konferensi video lain.

    “Saya tidak katakan yang mana, kita periksa dulu yang mana yang aman, sehingga kita bisa menjalankan diskusi yang serius dan penting seperti ini dengan aman dan damai,” ujar Ilham.

    Mengetahui kejadian ini, pengamat telekomunikasi Doni Ismanto menyayangkan langkah Wantiknas yang menggunakan aplikasi Zoom. Padahal, kata dia, platform ini sudah banyak mendapat sorotan soal isu keamanannya. Bahkan pendirinya pun sudah mengakui ada 'bolong' di platformnya dan tengah memperbaiki.

    Dikatakan Doni, Wantiknas yang membawa NKRI harusnya mengutamakan dan mengedukasi masyarakat untuk penggunaan produk lokal, seperti yang dilakukan Presiden belum lama ini, dengan tidak lagi menggunakan platform Zoom seperti yang direkomendasikan BSSN.

    "Saya harapkan ini menjadi pelajaran bagi semua, terutama lembaga pemerintahan untuk tidak lagi memanfaatkan platform yang bahkan di AS tak direkomendasikan oleh otoritasnya untuk komunikasi antar lembaga dan pendidikan. Banyak platform buatan lokal yang bisa diandalkan, misalnya UmeetMe dan Litebig," kata Founder IndoTelko Forum itu.

    Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini