icon-category Digilife

Efek CGI Bisa-bisa Berkurang, Bakal Ada Studio Film di Antariksa

  • 24 Jan 2022 WIB
  • Bagikan :
    Ilustrasi foto: NASA/Unsplash

    Uzone.id – Kecanggihan efek CGI (Computer-generated Imagery) yang biasa kita temukan di dalam film perannya sangat krusial untuk mewujudkan visualisasi sesuai yang diinginkan. Apa jadinya kalau efek CGI yang berbau luar angkasa digantikan dengan visualisasi serba nyata?

    Perusahaan media berbasis Inggris, Space Entertainment Enterprise (SEE) punya ambisi besar untuk membangun modul inflatable space station, alias stasiun luar angkasa yang bisa diisi oleh angin, untuk kebutuhan produksi yang membutuhkan suasana di orbit antariksa.

    Stasiun luar angkasa ini akan diberi nama SEE-1.

    Demi mewujudkan proyek ini, SEE merekrut Axiom Space asal Houston, Texas sebagai pihak yang membangun stasiun luar angkasa tersebut.

    SEE yang begitu agresif ini juga mengklaim bahwa mereka sedang mengerjakan “film Hollywood pertama yang direkam di luar angkasa”. Film misterius ini kabarnya melibatkan aktor kawakan Tom Cruise.

    Baca juga: Game Fortnite Akan Diproduksi Jadi Film?

    Stasiun SEE-1 memiliki visi sebagai modul produksi media yang dapat digunakan oleh para seniman, produser, dan pelaku kreatif untuk mengembangkan, memproduksi, merekam, dan menyiarkan konten live-stream yang memaksimalkan lingkungan mikro-gravitasi di orbit rendah.

    Beberapa contoh konten yang dimaksud SEE sudah termasuk film, tayangan televisi, musik, hingga acara olahraga.

    Kalau proyek ini lancar dan berhasil, mereka akan sangat memanfaatkan suasana nyata di lingkungan luar angkasa dan meminimalisir penggunaan teknologi efek CGI yang biasa kita temui di film-film genre sci-fi.

    Seperti apa bentuknya?
    Stasiun luar angkasa yang sifatnya inflatable, atau yang bisa ‘dihidupkan’ dengan udara atau gas, ini mungkin sulit dibayangkan seperti apa wujudnya.

    Dari ilustrasi yang dipublikasikan SEE, stasiun luar angkasa ini kurang lebih akan mirip seperti bola ping-pong raksasa yang rencananya akan disematkan di Stasiun Luar Angkasa Internasional (International Space Station/ISS).

    Menurut Axiom Space, diameter stasiun SEE-1 ini kira-kira sebesar 6 meter.

    Foto: dok. SEE

     

    Meski masih dalam proses pengembangan, stasiun SEE-1 dijadwalkan akan meluncur ke orbit Bumi pada akhir 2024. Nantinya stasiun SEE-1 akan nebeng dengan Axiom Station, modul antariksa komersial yang seharusnya terhubung ke bagian Harmony di ISS setidaknya dua tahun dari sekarang.

    Co-Founder SEE, Elena dan Dmitry Lesnevsky mengatakan studio film antariksa SEE-1 masih dalam pengembangan dengan para investor dan mitra komersial.

    Baca juga: 3 Aplikasi untuk Nonton Film Bareng Secara Online

    “SEE-1 menjadi kesempatan hebat bagi kemanusiaan untuk pindah ke dunia yang berbeda dan memulai bab baru yang menyenangkan di luar angkasa,” ungkap Dmitry dan Elena.

    Mereka melanjutkan, “stasiun luar angkasa ini akan menyediakan rumah unik yang mudah diakses bagi segala kesempatan hiburan tanpa batas di sebuah lokasi penuh dengan infrastruktur inovatif dan dapat membebaskan dunia baru dari kreativitas.”

    Biaya untuk menggunakan stasiun luar angkasa ini sudah pasti mahal, karena harus bisa memfasilitasi kebutuhan para aktor selama di berada di antariksa.

    Jika kita membandingkan dengan biaya harian manusia yang menetap di ISS, kira-kira bisa mencapai USD88 ribu sampai USD164 ribu per orang per harinya (sekitar Rp1,2 miliar-Rp2,3 miliar).

    Biaya fantastis itu saja biasanya ditolak beberapa kali oleh badan antariksa milik negara dan seringkali diambil alih oleh perusahaan swasta untuk urusan operasionalnya.

    Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini