Digilife

Ekosistem Smarthome di Indonesia Dinilai Cukup Mumpuni

  • 26 February 2021
  • Bagikan :
    Ekosistem Smarthome di Indonesia Dinilai Cukup Mumpuni

    Ilustrasi. (Foto: Pixabay)

    Uzone.id - Sistem smarthome atau rumah pintar sudah cukup populer di masyarakat dunia. Smarthome sendiri merujuk pada pengaturan rumah yang telah disematkan perangkat-perangkat yang dapat dikontrol secara otomatis dari jarak jauh dan terhubung dengan internet melalui perangkat seluler.

    Ekosistem smarthome di tanah air sebenarnya juga sudah cukup mumpuni. Demikian yang diungkap Planning Director Telkom property, Fandi Wijaya dalam acara Uzone Talks bertema Smarthome Properti Milenial, Kamis (25/2).

    Menurutnya, ekosistem smarthome mencakup tiga hal, yaitu layanan jaringan, perangkat atau smart device, dan pengguna.

    “Untuk layanan jaringan, beberapa perusahaan telco memang telah menyediakan layanan smarthome, Telkom dengan Indohome dan sebagainya,” tuturnya.

    Namun, jaringan-jaringan yang mendukung memang masih terbatas di beberapa kota-kota besar. Untuk kota-kota kecil, ada kemungkinan keterbatasan akses jaringan terkait infrastruktur.

    Baca juga: Adopsi Smarthome di Indonesia, Terus Tumbuh Meski Belum Pesat

    “Tapi ini lambat laun, karena ini pangsa pasar yang cukup baik bagi perusahaan telco, ini pasti akan dengan sendirinya, ke depannya, ini akan semakin meluas ke pedesaan,” ujar Fandi.

    Soal perangkat atau smart device, ini mencakup smart lamp, CCTV, smartphone, yang memang sudah disediakan di Indonesia dengan sangat luas di pasaran.

    “Artinya, mungkin 10 tahun atau 20 tahun lalu, orang akan kesulitan untuk bicara handphone atau bicara internet. Kalau saat ini, satu orang mungkin bisa punya dua atau tiga handphone,” tuturnya.

    Fandi menilai bahwa untuk perangkat, lapisan masyarakat di tanah air sudah terakses dengan smart device. Lantas, bagaimana dengan penggunanya? Ia memandang ada keterbatasan untuk masyarakat dengan tingkat pendidikan rendah.

    Bila dibandingkan dengan skala dunia, jumlah orang yang mengadopsi layanan smarthome memang masih rendah. Namun, ia menginformasikan bahwa pengguna smarthome di tanah air semakin lama semakin meningkat.

    “Layanan smarthome yang disediakan Telkom selama ini melalui Indihome. Nah, jumlah pengguna Indihome sendiri tahun 2017 tercatat sebesar 2,9 juta pengguna. Dan 2018 meningkat tajam menjadi 5,1 juta, dan 2019 tercatat sebanyak 7 juta,” katanya.

    Karena itu, ia berkesimpulan bahwa meski belum massif ke seluruh wilayah, ekosistem smarthome di tanah air mengalami pertumbuhan cukup tinggi beberapa tahun belakangan.

    VIDEO: Uzone Talks - Smarthome Property Milenial

    Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini