Digilife

Hacker Brasil Diduga Sebarkan Data Pribadi 28.000 Anggota Polri

  • 18 November 2021
  • Bagikan :
    Hacker Brasil Diduga Sebarkan Data Pribadi 28.000 Anggota Polri

    Ilustrasi (Foto: towfiqu barbhuiya / Unsplash)

    Uzone.id - Hacker bernama anonim son1x dan mengaku berasal dari Brasil telah membagikan data yang diduga berisi data pribadi anggota Polri melalui situs ghostbin.com, anonfiles.com dan anonfiles.com.

    Kemudian, hacker ini juga membuat pengumuman lewat akun Twitter @son1x666 bahwa dirinya sudah membocorkan data Polri. Dia mengklaim telah membobol 28 ribu akses login dan informasi pribadi.

    "Kebocoran ini berisi informasi pribadi dan kredensial pekerja polri dan orang-orang yang terlibat dengannya," tulis son1x di file "polrileak" yang dia bagikan.

    Dalam narasinya yang cenderung provokatif, son1x mengungkapkan bahwa "Rakyat seharusnya tidak bekerja atau mendukung pemerintah, pemerintah harus melakukan ini".

    BACA JUGA: Instagram Bakal Matikan Aplikasi Perpesanan Threads

    Menurutnya, ini adalah aksi yang dilakukan sendirian tanpa ada anggota lain dari tim tempat mereka berpartisipasi. Dia beralasan karena timnya tidak suka membocorkan data.

    "Saya melakukan ini karena saya tidak mendukung pemerintah dan bagaimana mereka memperlakukan rakyat mereka sendiri, banyak orang Indonesia telah menghubungi saya berbicara tentang situasi kehidupan mereka di Indonesia," katanya.

    Dia melanjutkan, "Jadi saya mengidentifikasi diri saya dengan mereka, dan memutuskan untuk membantu dengan apa pun yang saya bisa, jadi inilah alasan saya melakukan kebocoran ini."

    "Hal lain, saya harus jujur, saya bukan anak baik di sini baik-baik saja, kadang-kadang saya mengidentifikasi diri saya dengan hal-hal dan memutuskan untuk membantu," imbuhnya.

    Hacker ini pun memberikan catatan bahwa data yang bocor berisi informasi pribadi dan kredensial anggota Polri dan orang-orang yang terlibat dengannya.

    "Jangan ragu untuk melakukan apa pun yang Anda inginkan dengan informasi mereka, mungkin mengirim d**do ke rumah mereka idk, gunakan kreativitas Anda hahaha," tutupnya.

    Data yang dibocorkan merupakan para anggota Polri yang telah melakukan pelanggaran-pelanggaran. Selain nama, juga ada alamat, pangkat, satuan kerja, tanggal lahir, jenis pelanggaran, nomor ponsel dan email.

    Melansir TV One, yang dibocorkan termasuk tiga anggota Polri berpangkat Brigadir Jenderal Polisi seperti adalah Brigjen Sutrisno yang bertugas di Kabagdisi Ropal Slog Polri, Brigjen Muhammad Ikhsan di Lemdiklat Polri, dan Brigjen Eriadi di Pati Baharkam Polri.

    Belum ada pernyataan resmi dari Polri terkait dugaan kebocoran data ini.

     

    Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini