Digilife

Heboh Kasus Predator Seksual dari Aplikasi Kencan Online

  • 19 January 2021
  • Bagikan :
    Heboh Kasus Predator Seksual dari Aplikasi Kencan Online

    Ilustrasi (Foto: Ist)

    Uzone.id – Predator seksual dari aplikasi kencan online kembali memakan korban, viral lewat media sosial Twitter, akun dengan username @GRESAIDS membagikan utas tentang kejadian tersebut.

    Dalam cuitannya, wanita bernama Grace membeberkan profil seorang pria bernama Leonardus Wahyu Dewala yang diduga sebagai predator seksual yang banyak memakan korban lewat aplikasi kencan online, pria tersebut juga diketahui memakai berbagai nama dalam setiap aksinya, seperti Esa, Dewala, Leonardus, Po, dan masih banyak lagi.

    Kronologi kasus ini juga diungkap oleh akun Instagram @alishkamugemash dengan membeberkan berbagai cerita para korban tidak hanya berupa pelecehan seksual tapi juga modus penipuan.

     
     
     
    Lihat postingan ini di Instagram
     
     
     

    Sebuah kiriman dibagikan oleh Mas Tersayang (@aliskamugemash)

    Terduga diketahui sudah melancarkan aksinya sejak tahun 2013 di berbagai kota seperti Semarang, Magelang, Solo, dan Yogyakarta. Menurut pembeberan akun Instagram tersebut, sudah ada 150 orang yang melapor dan menceritakan kisahnya sebagai korban baik pelecehan maupun penipuan.

    Dalam modusnya, terduga mengaku sebagai lulusan dari salah satu universitas ternama di Indonesia bahkan menempuh Pendidikan di luar negeri, sedangkan menurut hasil penelusuran nyatanya terduga berstatus sebagai mahasiswa jurusan Desain Komunikasi Visual di salah satu sekolah tinggi seni rupa dan desain.

    Baca juga: Kronologi Kristen Gray Diserang Netizen

    Modus pelaku awalnya bermula dari aplikasi kencan online, kemudian menggiring calon korban untuk melanjutkan percakapan ke aplikasi chatting dan selanjutnya terjalin komunikasi terus-menerus, sampai akhirnya mengajak korban bertemu dan melancarkan aksinya.

    Sampai saat ini belum ada kelanjutan dari kasus tersebut, dan terduga saat ini disebut masih ‘berkeliaran’ di Kota Semarang.

    Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini