icon-category Digilife

Jokowi Bentuk Timsus untuk Amankan Data, Bjorka: Butuh Bantuan?

  • 13 Sep 2022 WIB
  • Bagikan :
    Foto: Michael Geiger/Unsplash

    Uzone.id – Semakin mendapat perhatian netizen, Bjorka tampaknya semakin ingin bermain-main dengan data Indonesia. Setelah akun Twitter lamanya @bjorkanism terkena suspend, lantas ia membuat akun baru dengan nama @bjorkanesian.

    Di sana, ia kembali melancarkan aksinya dengan menuliskan cuitan berupa ancaman data siapa lagi yang akan ia bocorkan.

    Melihat hal ini, rupanya pemerintah sadar bahwa aksi Bjorka tidak bisa dibiarkan. Presiden Joko Widodo membentuk tim khusus (timsus) untuk menindaklanjuti serangan siber beberapa waktu belakangan.

    Dilansir dari berbagai sumber, tim khusus ini dibentuk sesaat setelah pemerintah menggelar rapat di Istana Kepresidenan Jakarta.

    Dalam rapat, turut dihadiri beberapa pejabat lain seperti Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G Plate; Wakil Presiden Ma’ruf Amin; Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Mahfud MD; serta Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Hinsa Siburian.

    Baca juga: Fakta Bjorka, Hacker yang Umbar Data dan 'Caper' ke Netizen +62

    “Perlu ada emergency response team terkait untuk menjaga data, tata kelola data, yang baik di Indonesia dan untuk menjaga kepercayaan publik,” kata Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate di Istana Kepresidenan Jakarta pada 12 September 2022.

    Untuk anggota tim khusus tersebut Johnny menyebutkan akan diisi oleh BSSN, Kominfo, Polri, dan BIN.

    Tak lama setelah pembentukan tim, melalui akun Twitternya yang baru, Bjorka kembali menuliskan cuitan sebagai bentuk respon tindakan pemerintah.

    Dalam cuitannya, ia terlihat melampirkan link pemberitaan dari media yang membahas soal Jokowi membentuk tim khusus untuk hadapi ancaman siber.

    Terlihat ia juga menuliskan kalimat pertanyaan yang terkesan “menantang” pemerintah dengan menanyakan apakah pemerintah butuh bantuannya dalam mengatasi hal ini.

    Butuh bantuan saya untuk menyelesaikan masalah ini, pak?” tulisnya.

    Sampai Selasa pagi, cuitan Bjorka sudah di-retweet sebanyak 400an kali dan mendapat lebih dari 2.500 likes dari netizen.

    Entah apa lagi rencana Bjorka ke depannya, tetapi tampaknya netizen mulai meragukan aksinya.

    Pasalnya, beberapa merasa cuitan Bjorka yang selalu menggunakan bahasa Inggris terlihat tidak bagus dan terkesan “sangat Indonesia”.

    Dari situ netizen ada yang berspekulasi bahwa Bjorka merupakan orang asli Indonesia yang menyamar sebagai ilegal hacker asal Polandia.

    Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini