Digilife

Kaspersky: UKM Mulai Jadi Target Serangan Siber

  • 17 February 2021
  • Bagikan :

     

    Uzone.id - Menurut data dari Kaspersky Security Network, tercatat tingkat infeksi kejahatan siber terhadap perangkat di Indonesia semakin tinggi. Tahun lalu saja mencapai 34 juta serangan.

    Kemudian angka upaya penyerangan siber bagi pelaku bisnis di Indonesia pun meningkat, dari 2,870,000 pada tahun 2019 menjadi 4,341,000 di tahun 2020. Dari angka tersebut diketahui total kenaikannya mencapai 51 persen.

    Peningkatan ini tentu membuat cemas dan merugikan banyak pihak, terlebih bagi para pelaku bisnis atau UKM. Di pandemi COVID-19 ini, banyak bisnis yang beralih ke go-digital dimana mereka menjalankan bisnis secara online.

    Menurut data dari Kaspersky juga, 6 dari 10 pengguna di Asia Tenggara menjalankan transaksi online.
    Sangat mungkin apabila saat sedang bertransaksi online, tiba-tiba terjadi gangguan pada website. Hal ini akan merugikan kedua belah pihak, baik konsumen maupun penjual. Reputasi bisnis juga dipertaruhkan.

    kaspersky

    Dony Koesmandarin, Territory Channel Manager Kaspersky Indonesia mengatakan bahwa 3 dari 10 pengguna Kaspersky hampir terinfeksi Malware di bulan Januari sampai Desember 2020. Serangan ini banyak terjadi saat pengguna mengunjungi situs web yang terinfeksi.

    "Serangan dapat berbentuk fileless malware, dimana malware tidak akan membuat file dalam disk pengguna. Namun malware tersebut akan tetap menjalankan script saat website berjalan” jelas Dony.

    Maka dari itu, penting bagi pengguna dan pemilik bisnis untuk melindungi bisnisnya dari kejahatan siber yang merajalela. Mulai dari meningkatkan kewaspadaan karyawan terhadap serangan siber, membuat cadangan data penting, perbarui sistem perusahaan serta aplikasi TI secara rutin dan kemudian lindungi seluruh perangkat dengan solusi antivirus.

    Kaspersky Security Network hadir untuk mengatasi berbagai serangan ini. “Teknologi Kaspersky membuat pengguna terlindungi tanpa harus mengerti secara detail,” ujar Dony. Kaspersky sendiri mengklaim telah melindungi lebih dari 400 juta pengguna teknologi.

    UKM Jadi Target Serangan

    Saat bisnis berjalan, semua dipertaruhkan untuk meningkatkan profit dan meningkatkan kepuasan konsumen. Apabila di tengah berbisnis terdapat gangguan, tentu reputasi dan nama dari bisnis yang telah dibangun akan tercoreng. Kaspersky Security Network hadir untuk mencegah masalah di atas terjadi pada pelaku UKM di Indonesia.

    Pada 17 Februari, Territory Channel Manager Kaspersky Security Network, Dony Koesmandarin mengingatkan betapa bahaya serangan siber yang mengancam UKM di Indonesia.

    “Sekitar 406.229 percobaan phishing menargetkan UKM di Indonesia dan berhasil dilindungi oleh Kaspersky” ujar Dony.

    Tidak hanya phishing, terdapat juga serangan dalam bentuk lain seperti ransomware, blue screen, data leak, dan lain-lain. Maka dari itu, Kaspersky membuat inovasi untuk melindungi UKM dari berbagai serangan ini. Solusi ini juga akan menghemat waktu, tenaga dan jumlah investasi bagi pelanggan.

    Pada pemaparan dari Jemmy Handinata, Pre Sales Specialist Kaspersky, Kaspersky menyediakan perlindungan yang terintegrasi atas nama Integrated Kaspersky Security Center yang terdiri atas EDR Optimum, Kaspersky Endpoint Security, dan Kaspersky Sandbox.

    Begini cara kerjanya:

    1. Deteksi Serangan Siber

    Kaspersky dapat mendeteksi sejauh mana virus telah menjangkit perangkat pengguna. Kaspersky juga menerapkan machine learning dan deteksi sandbox atas hal yang berpotensi merusak atau mencurigakan.

    1. Visibilitas dan Analisis

    Kaspersky menyediakan detail lengkap dan konteks dari sebuah insiden penyerangan. Setelah itu, akar dari serangan tersebut dapat diungkap dan diketahui. Pengguna juga dapat membuat atau meng-importIndicator of Compromise” sebagai langkah antisipasi terhadap serangan lain.

    1. Merespon Serangan

    Dalam satu klik saja, pengguna dapat mengeliminasi gangguan / ancaman siber karena telah diurai sebelumnya oleh Kaspersky. Pengguna juga dapat menggunakan fitur otomatisasi apabila software mendeteksi Indicator of Compromise.

    Ketiga proses diatas dapat diakses dan bahkan dijalankan oleh satu departemen kecil TI saja, karena sistem perlindungan sudah terintegrasi dengan baik untuk memudahkan pengguna.

    Lalu, berapa minimal investasi agar bisnis dapat benar-benar terlindungi? Tergantung dari konsep pemilik bisnis & apa yang ingin dimulai. “Tidak ada patokan minimum, tapi lihat seberapa penting atau urgent proses bisnis mereka” ujar Dony.

    Dony juga menambahkan kalau “Solusi Kaspersky juga bisa dipasang di ponsel termasuk Android”. Maka bagi bisnis yang masih mengandalkan ponsel pun dapat dilindungi oleh Kaspersky Security Network. Kaspersky telah dipercaya untuk melindungi aset penting dari  250.000 klien korporat di seluruh dunia.

    VIDEO Gadget-Gadget Unik - Give Away Alert!

    }); setTimeout(function(){ $(".modal2").addClass('hilang'); }, 30000);