icon-category Digilife

Kebocoran Data BI Belum Tamat, Naik Jadi 74GB

  • 24 Jan 2022 WIB
  • Bagikan :
    Ilustrasi foto: Mika Baumeister/Unsplash

    Uzone.id - Sepertinya peristiwa pembobolan data Bank Indonesia belum juga usai. Bukannya selesai, kini insiden peretasan tersebut malah menambah ‘episode' baru.

    Baru-baru ini, DarkTracer kembali merilis informasi yang membuat semua pihak termasuk warganet Indonesia ketar-ketir.

    Dalam cuitan yang dibagikan oleh @DarkTracer, ransomware Conti ternyata masih belum puas mengungkapkan data internal dari Bank Indonesia. 

    Geng peretas ini kembali mengunggah data-data internal Bank Indonesia, dari yang semula sebesar 487MB naik menjadi 74GB. Komputer yang terinfeksi peretasan ini juga ikut bertambah, dari yang semula 16 buah kini melesat menjadi 237 buah.

    Baca juga: Kebocoran Data Bank Indonesia Adalah Puncak Gunung Es

    Sebelumnya, pihak Bank Indonesia dilaporkan sudah bekerjasama dengan BSSN untuk menangani kebocoran data tersebut. Namun, entah mengapa para hacker masih bisa beraksi dan membobol kembali data-data internal Bank Indonesia.

    Menurut pengamatan pakar siber Pratama Persadha beberapa waktu lalu, serangan ini berasal dari ransomware yang bisa masuk dari mana saja. 

    “Bisa saja dengan praktek Phising, credential login yang lemah atau dikarenakan pegawai mengakses sistem kantor dengan jaringan dan peralatan yang tidak aman,” jelas Pratama kepada Uzone.id beberapa waktu lalu.

    Baca juga: Here We Go Again, Giliran Data BI yang Diduga Bocor

    Ransomware tersebut cukup berbahaya karena akan ada banyak file yang disandera dan di encrypt sehingga pemilik aslinya tak bisa membuka file tersebut.

    Jika terus kebobolan begini, siapa yang harus disalahkan? Peretas yang terlalu jenius atau sistem keamanan yang terlalu lemah?

    Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini