Technology

Kenapa Situs ‘Berbuntut’ id Mendadak Lebih Hits Dibanding dotcom?

  • 31 January 2019
  • Bagikan :
    Kenapa Situs ‘Berbuntut’ id Mendadak Lebih <i>Hits</i> Dibanding dotcom?

    (Photo by Benjamin Dada on Unsplash)

    Uzone.id -- Masih ingat ‘kan, masa di mana nyaris semua alamat situs internet pakai buntut .com. Semakin ke sini, justru domain .id terasa semakin populer di kalangan pengguna internet zaman now. Kira-kira apa alasannya, ya?

    Meski tampak sedang hits, jumlah alamat situs dengan domain .com tentu masih jauh lebih banyak dibanding .id. Hal ini diutarakan oleh Andi Budimansyah selaku ketua Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (Pandi).

    “Ada sekitar 140 juta domain .com yang terdaftar mungkin ya. Dibandingkan .id, kami masih di angka mendekati 280 ribuan per 2018 kemarin,” ungkap Andi di sela jumpa pers di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (31/1).

    Menurut Andi, justru karena jumlah pengguna domain .com yang sudah terlampau banyak itu, membuat para calon pemilik domain kebingungan dan susah mengurus nama situsnya kelak.

    “Kalau ditanya soal pergeseran dari .com ke .id yang terkesan lebih hits, alasannya ya karena .id itu lebih keren,” ucap Andi sambil tertawa. “Sebenarnya sederhana saja, peluang nama-nama situsnya jadi lebih luas. Masih banyak peluang untuk pakai nama yang kita inginkan. Coba kalau .com, pasti banyak yang sudah nggak available.”

    (Jumpa pers dengan Pandi di kawasan Senayan, Jakarta, Kamis (31/1). Foto: Uzone.id/Hani Nur Fajrina)

    Pada akhirnya Andi mendorong para warga dan institusi Indonesia yang sekiranya hendak membuat situs sendiri, jangan ragu untuk memakai domain .id sebelum nama yang diinginkan diambil oleh pihak lain.

    Selain soal ketersediaan nama, popularitas .id juga dipengaruhi oleh pandangan orang-orang yang menganggap domain ini seperti layaknya punya identitas sendiri.

    “Pas banget gitu ‘kan, domain .id cocok dijadikan identitas. Apalagi namanya bikin situs, pasti nama situsnya itu menjadi identitas nyata bagi yang mendaftarkan. Ini juga didukung oleh tingginya tingkat akses domain .id di luar negeri,” imbuh Andi lagi.

    Baca juga: Pak Capres kok Nggak Bahas Akses Internet, Padahal Hak Asasi Juga

    Tercatat domain .id diakses sebanyak 529 juta kali dalam sehari. Lucunya, pengakses terbanyak adalah Amerika Serikat di angka 26,27 persen.

    Secara berurutan, peringkat pertama pengakses terbanyak domain .id setelah AS adalah Indonesia (17,17 persen), Singapura (7,38 persen), Jerman (5,24 persen), Kanada (4,04 persen), Rusia (3,73 persen), Swedia (2,97 persen), Belanda (2,58 persen), dan Prancis (2,55 persen).

    Pertanyaan berikutnya, kok bisa sih diakses sampai ke negara-negara nan jauh di sana seperti AS dan Eropa?

    “Pada dasarnya warga Amerika dan Eropa itu sudah internet-based, online-based semua. Dari pencarian informasi sampai berbisnis. Mau ngapa-ngapain lihatnya internet. Tingkat penggunaan internet di sana juga heavy banget, dan perlu dicatat juga, yang mengakses internet itu nggak cuma manusia. Di sana teknologi seperti robot juga sudah bisa akses internet sendiri,” tutup Andi.

    Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini