home ×
News

Ketika iPhone Membangun Sebuah Kota di China

04 July 2017 By
Ketika iPhone Membangun Sebuah Kota di China
Share
Share
Share
Share

Seorang petani bernama Zhang Hailin masih mengingat suatu hari di tahun 2010, ketika ia melihat helikopter terbang melintasi ladang jagung dan gandum. Tiga hari setelahnya, Zhang berkisah, datang ratusan buldozer ke tempat itu.

Saat itu, bisa disebut sebagai kedatangan iPhone. Jauh sebelum pojok kota Zhengzhou menjadi kawasan industri yang baru dan dikenal sebagai 'iPhone City'.

Dalam beberapa bulan, bangunan pabrik mulai terlihat, kemudian jaringan listrik telah terhubung dan bus-bus yang membawa pekerja ke sebuah pabrik Foxconn Technology Group. Pabrik ini memiliki tugas penting, yaitu merancang ponsel iPhone.

Setahun setelahnya, Chairman Foxconn Terry Gou yang merupakan seorang miliarder, mengatakan kompleks pabrik iPhone memiliki 100 ribu pekerja. Hari ini? Ada sekitar 250 ribu pegawai yang bekerja di Foxconn.


Jutaan iPhone dari Foxconn

Foxconn, yang juga dikenal dengan nama Hon Hai Precision Industry Co. dan berasal dari Taiwan, diperkirakan memproduksi 150 juta iPhone setiap tahun, juga 20 juta iPad dan produk elektronik lain.

Foxconn mengaku telah mempekerjakan 1 juta orang yang tersebar di berbagai daerah di China, termasuk bagian selatan Shenzhen, yang menjadi lokasi pembuatan iPhone pertama. Proyek ini digarap dengan penuh kerahasiaan.

Kesuksesan iPhone dalam satu dekade sejak diluncurkan turut membawa China menjadi pusat rantai distribusi produk elektronik global.

Ledakan manufaktur teknologi tinggi mendorong Beijing sebagai yang terdepan untuk meningkatkan nilai produk yang diproduksi dari membuat pakaian dan mainan plastik. Hal ini mengubah kehidupan jutaan warga China, memberikan lapangan kerja yang baru tapi juga komplain dari beberapa pekerja mengenai aturan pekerjaan dan kondisi pabrik yang ramai.

 



Kesuksesan iPhone secara global telah meningkatkan ketelitian dari Apple dan para pemasoknya. Perusahaan asal Cupertino, California, AS, ini mengatakan Foxconn dan pemasok lainnya memiliki aturan ketat dalam industri.

Apple mengaku telah mengedukasi 12 juta pekerja sesuai dengan haknya, memastikan mereka tidak bekerja lebih dari 48 jam dalam seminggu, dan menawarkan kursus karier serta pengembangan diri.

"Kami memastikan para pemasok produk kami memiliki standar yang sesuai dengan kami. Mereka harus diperlakukan dengan hormat dan apresiasi," kata seorang juru bicara Apple, dilansir The Wall Street Journal. Perusahaan mengatakan, upah dan kondisi lingkungan kerja dari pabriknya telah meningkat secara signifikan dalam lima tahun ini.



Zhengzhou, Kota iPhone

Berpindahnya Foxconn ke Zhengzhou pada 2010 dilakukan berdasarkan berbagai pertimbangan, termasuk rumah para pekerja, serta infrastruktur dan transportasi yang memadai.

Di kota iPhone itu, muncul mal-mal perbelanjaan, restoran, dan karaoke, yang beberapa di antaranya diinisiasi oleh eks pegawai Foxconn. Dampaknya pun besar. Pemerintah China mencatat, ekspor produk elektronik meningkat tajam di Henan, sebuah provinsi miskin dengan 94 juta penduduk, di mana Zhengzhou adalah ibu kotanya.

Pemerintah pun menyambut iPhone dengan baik, yang membuatnya menjadi produk spesial dalam perdagangan tingkat nasional. Henan kemudian menghabiskan semua sumber daya yang didapat untuk membangun kota yang kini dikenal sebagai iPhone City.

Saat memproduksi iPhone 7, Foxconn memiliki tenaga yang terbatas, hingga perusahaan tambang milik negara 'meminjamkan' pekerjanya ke Foxconn. Dalam beberapa tahun belakangan, Henan memberi catatan kuota yang dibutuhkan untuk mengerjakan produksi di Foxconn kepada pemerintah setempat.

Apple kini siap untuk menghadirkan model iPhone terbarunya, yang mungkin disebut sebagai iPhone 8. Foxconn pun mulai mengunjungi desa-desa untuk memasang poster lowongan pekerjaan.

 


Baru-baru ini, pengeras suara di depan gerbang pabrik Foxconn bahkan dengan lantang bersuara, "Kami merekrut pegawai baru. Kepribadianmu harus optimistis dan rajin."

Bagi yang bertanya-tanya berapa upah yang diterima para pegawai Foxconn, ternyata angkanya tidak tinggi, tapi cukup untuk para pegawai yang kebanyakan berasal dari pedesaan.

Dalam bulan yang sepi produksi, pegawai Foxconn mendapat 1.900 yuan (Rp 3,7 juta), sementara saat produksi sedang ramai mereka bisa mendapat hingga 4.000 yuan (Rp 7,8 juta). Para pegawai mengatakan iPhone adalah pilihan yang mahal, sehingga mereka lebih memilih ponsel-ponsel China yang lebih murah.


Keluarga Zhang Hailin dan Foxconn

Belum diketahui berapa lama Foxconn akan terus membutuhkan kota Zhengzhou. Penjualan iPhone sudah menurun untuk kedua kalinya. Sejak debut pada 29 Juni 2007, penjualan iPhone tercatat menurun pertama kali pada kuartal pertama 2016 dibandingkan dengan penjualan periode yang sama tahun sebelumnya. Lalu penurunan kedua terjadi pada kuartal kedua 2017.

[Baca juga: Penjualan iPhone Turun untuk Kedua Kalinya]

Foxconn sendiri tampaknya masih ingin berinvestasi di Zhengzhou dan telah mengambilalih 80 persen bangunan di sana. Sementara dari sisi pemerintah, melihat Foxconn dan iPhone sebagai investasi berharga, terutama untuk warga Henan.

Petani lokal mengatakan kompensasi yang dibayar Foxconn atas tanah mereka, lebih besar ketimbang apa yang bisa mereka dapat dari gandum dan jagung seumur hidup.

Petani yang juga mendapat kompensasi lahan itu, salah satunya adalah Zhang Hailin, yang pada 2010 lalu melihat helikopter terbang di atas lahan gadung dan jagungnya. Dia memanfaatkan duit itu untuk membeli dua unit apartemen.

Saat ini Zhang bekerja sebagai penyapu jalan kota dan dia mengatakan kepada Fox Busiess, bahwa pendapat dari petugas kebersihan lebih besar ketimbang bertani. Istrinya kini bekerja di Foxconn, begitu juga anaknya.

Seorang profesor ekonomi di Henan, Shi Pu, mengatakan bahwa Foxconn telah membantu melatih ratusan ribu orang Henan yang telah bertransformasi menjadi pusat produksi terbesar iPhone. "Mereka bisa menggunakan keterampilan itu untuk melanjutkan pekerjaan lain."

Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini

Contact Us:
Redaksi: redaksi@uzone.id
Sales: sales@uzone.id
Marketing: marketing@uzone.id
Partnership: partnership@uzone.id

Related Article