icon-category Startup

Layanan Serverless Computing, Komponen Kunci Startup Indonesia?

  • 05 Feb 2020 WIB
  • Bagikan :

    Donnie Prakoso, Senior Technical Evangelist AWS ASEAN. (Foto: Birgitta Ajeng/Uzone.id)

    Uzone.id - Salah satu hal yang menjadi kebutuhan utama startup, yaitu serverless computing atau komputasi tanpa server yang memungkinkan startup membuat dan menjalankan aplikasi tanpa perlu memikirkan server. Menurut Olivier Klein, Head of Emerging Technologies, Amazon Web Service (AWS) APAC, serverless merupakan komponen kunci bagi startup.

    Lebih jauh soal serverless, Donnie Prakoso, Senior Technical Evangelist AWS ASEAN mengungkapkan bahwa serverless computing memiliki empat karakteristik. Pertama, serverless tidak ada infrastruktur dan manajemen yang perlu dilakukan.

    Aplikasi tanpa server tidak memerlukan penyediaan, pemeliharaan, dan pengelolaan server untuk komponen backend seperti komputasi, database, penyimpanan, pemrosesan arus, antrean pesan, dan banyak lagi. Dengan demikian, pengembang bisa lebih fokus pada produk inti.

    Baca juga: Biar Tak Diretas Mantan Pacar, Ini Cara Aktifkan Otentikasi Dua Faktor di Instagram Kamu

    “Lalu bisa handle satu, sepuluh atau sampai puluhan juta user itu bisa, dan itu yang dinamakan scaling. Jadi servesless bisa automatic scaling,” ujar Donnie dalam AWS Media Briefing 2020 di Jakarta Selatan, Selasa (4/2).

    Lebih lanjut, ia mengungkapkan, “Nah hal yang paling seru dan ini yang memberikan benefit banyak bagi customer AWS adalah ketika untuk membayar cost serverless computing itu pay-nya ketika itu ada request-nya. Itu yang menjadi karakteristik utama dari serverless computing,” ujar Donnie dalam AWS Media Briefing 2020 di Jakarta Selatan, Selasa (4/2).

    Ada berbagai layanan tanpa server dari AWS, seperti AWS Lambda untuk komputasi, Amazon Simple Storage Service untuk penyimpanan, Amazon DynamoDB untuk penyimpanan data, dan lainnya.

    Baca juga: Menkominfo Bahas Regulasi Perlindungan Data Pribadi di DPR

    Dengan layanan-layanan tersebut, AWS ingin membantu para pengembang untuk melakukan integrasi. Donnie menegaskan, "Kami memang meningkatkan developer experience, jadi dimana mereka develop aplikasi lebih mudah. Contohnya, kami berusaha lebih meminimalisir friction untuk integrasi terhadap machine learning, analytics, AWS Aplify.”

    Apps developer dapat dengan mudah mengintegrasi semua hal-hal itu di dalam satu hub. Jadi itu adalah salah satu cara AWS meningkatkan experience terutama untuk startup di Indonesia sehingga mereka bisa running untuk aplikasi mereka,” imbuhnya.

    Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini