icon-category News

Lomba Fotografi Tat Twam Asi Warnai Sanur Village Festival

  • 20 Aug 2016 WIB
  • Bagikan :


    Santrian Gallery di Sanur, Denpasar, menggelar pameran foto sebagai rangkaian awal acara tahunan Sanur Village Festival yang akan dimulai pada 24-28 Agustus 2016. Pameran foto ini sekaligus lomba fotografi yang akan dinilai oleh tiga juri, yaitu I Wayan Juniarta, Adrian Suwanto, dan Raka Wirawan.

    Manager Santrian Gallery, I Made 'Dollar' Astawa mengatakan di tahun ke-11 Sanur Village Festival kembali menggelar pameran foto. "Tiap tahun temanya beda-beda disesuaikan dengan tema Sanur Village Festival. Tahun ini tema pameran foto adalah Tat Twam Asi," katanya saat ditemui Tempo di Santrian Gallery , Jalan Danau Tamblingan, Sanur, Denpasar, Jum'at, 19 Agustus 2016.

    Pameran foto kali ini, ujar dia, masing-masing fotografer menampilkan satu bingkai karya visual. Ada 32 foto yang terpajang di Gallery Santrian. "Ada sekitar 150 fotografer yang mendaftar, berjumlah kisaran 800 foto. Hasil 32 yang dipamerkan ini berdasarkan penilaian kurator Iwan Darmawan, nanti dinilai lagi oleh para juri yang akan diumumkan pada 28 Agustus 2016," ujarnya. "Peserta umum bagi siapa saja yang hobi fotografi."

    Adapun Ketua Sanur Village Festival, Ida Bagus Gede Sidharta Putra menjelaskan tema Tat Twam Asi dipilih untuk memaknai angka kembar tahun ke-11. Menurut dia, tema tersebut mengandung spirit keseimbangan.

    Ia menambahkan dipilihnya pameran dan lomba fotografi karena sangat menarik untuk dinikmati. "Fotografi asyik, juga tepat untuk edukasi dan promosi. Kami bisa memperkenalkan Bali lewat seni visual ini," tuturnya. "Ini pestanya fotografer, sambil berpesta sekaligus membangun jaringan tentang ilmu fotografi."

    Citra Sasmita salah satu pengunjung sangat tertarik menikmati foto karya I Made Adi Dharmawan. Di bingkai berukuran 70x100 sentimeter, foto berjudul 'Hidup Indah Dikala Berbagi' itu menyuguhkan rekaman visual seorang anak kecil yang sedang tersenyum sambil jongkok di hadapan anjing sakit kulit yang sedang makan.

    "Anak kecil menggambarkan kemurnian dari sisi kemanusiaan yang tidak tersentuh dengan kepentingan. Jadi, pesannya lebih kelihatan, foto bukan hanya estetika, dan efek cahaya saja," katanya.

    Citra yang juga seorang perupa itu menuturkan, senyum anak kecil sambil memandangi anjing itu, menurut dia terlihat alamiah. "Foto ini seperti candid. Momen seperti ini tidak mudah ditangkap," tuturnya.

    BRAM SETIAWAN

    Berita Terkait:

    Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini