icon-category Telco

Menkominfo: Ekonomi Digital Indonesia di 2030 Capai Rp4.680 Triliun

  • 12 Sep 2022 WIB
  • Bagikan :

    Uzone.id – Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G. Plate mengatakan bahwa Indonesia memiliki potensi yang sangat besar dalam bidang ekonomi digital. Dalam kurun 8 tahun ke depan, totalnya bisa mencapai ribuan triliun rupiah.

    “Ekonomi digital kita punya potensi yang begitu besar. Pada 2021, USD70 miliar, 2025 USD146 miliar, 2030 bahkan sampai USD315,5 miliar. Potensinya begitu besar,” ujar Johnny saat hadir di acara Indosat Ooredoo Hutchison pada 9 September 2022.

    Secara merinci, angka yang disebut Johnny itu mencakup Rp1.038 triliun pada 2021, kemudian Rp2.166 triliun pada 2025, dan Rp4.680 triliun pada 2030.

    Potensi ini diperkirakan setara dengan 42 persen dari ekonomi digital ASEAN. Namun, Johnny menyebutkan hal tersebut akan sulit dicapai jika Indonesia masih monopolistik.

    Baca juga: Dicecer Soal Data Bocor, Menkominfo: Itu Tugas BSSN

    “Bagaimana potensi itu bisa kita capai jika Indonesia masih menjadi raja-raja kecil di network-nya masing-masing,” sambungnya.

    Raja-raja kecil yang dimaksud Johnny yaitu para institusi, perusahaan nasional dan internasional yang melakukan liberalisasi besar-besaran, sehingga menurutnya, network yang dimaksud tidak bisa tersebar secara nasional.

    “Era baru kita sekarang adalah kolaborasi dan kegotongroyongan. Mari kita manfaatkan sama-sama,” tambahnya.

    Johnny juga merasa perlu ada gebrakan baru agar potensi besar tersebut bisa tercapai.

    Baca juga: Umpatan Menohok Hacker buat Kominfo

    “Yang terbentuk di pikiran saya justru kita harus melakukan rekonsolidasi industri telekomunikasi,” ucap Johnny.

    Hal ini dilakukan untuk membuka ruang ekspansi yang lebih nasional untuk menguasai ekonomi telekomunikasi dan digital.

    Gebrakan ini bisa diwujudkan dengan cara membuka ruang merger dan akuisisi kepada perusahaan telekomunikasi di Indonesia yang memanfaatkan sharing infrastruktur.

    Johnny mengaku bahwa tidak mudah melakukan pekerjaan ini. Butuh kolaborasi dan kerja sama dari seluruh aspek pemerintahan.

    “Kekuatan pasar, pelanggan, finansial, management, dan konsolidasi kekuatan. Jika semakin terkonsolidasi, maka capital structure akan menjadi lebih kuat. Adopsi teknologi menjadi lebih dimungkinkan,” tutupnya.

    Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini