icon-category Auto

Mobil Bensin Dilarang di Ibu Kota Baru

  • 24 Feb 2022 WIB
  • Bagikan :
    Desain Istana Negara di Ibu Kota Negara (IKN) (Foto: Istimewa)

    Uzone.id - Sebagian orang Indonesia siap-siap saja menjalani hidup yang next level di ibu kota negara (IKN) Nusantara. Pasalnya, IKN Nusantara menjanjikan kondisi hidup yang benar-benar ramah lingkungan.

    Presiden Jokowi sudah bilang, di IKN Nusantara akan menjadi kota hutan, smart city, modern dan berkelanjutan, serta memiliki standar internasional.

    1. 'Haram' kendaran pakai BBM fosil, alias bensin

    Untuk menjalani konsep tadi, IKN Nusantara mengharamkan adanya kendaraan berbahan bakal fosil. Jokowi menghimbau bagi yang senang jalan kaki, silakan pindah ke ibu kota baru, yang senang bersepeda, ingin sehat, juga pindahlah ke ibu kota baru.

    "Kalau yang senang naik mobil, apalagi yang mobilnya pakai BBM fosil, jangan pindah ke ibu kota baru," kata Jokowi ketika meresmikan Nasdem Tower di Jakarta, Selasa (22/2/2022).

    Namun, jangan khawatir juga soal transportasi di IKN Nusantara nantinya. Jokowi menggambarkan bahwa kota baru ini dibangun sebagai 10 minutes city.

    Itu artinya, warga bisa mengitari kota seluas 256 ribu hektare itu cuma dalam waktu 10 menit saja dan sebanyak 80 persen akan memanfaatkan transportasi publik.

    Lahan di IKN Nusantara, sebanyak 50 hektar dipakai untuk infrastruktur, sedangkan 200 ribu hektar dijadikan hutan.

    2. Pakai Hydropower

    Bicara sumber energi listrik di IKN Nusantara, Jokowi juga menyebut energi tenaga air atau hydropower dari Sungai Kayan akan jadi sumber energi listrik di kota itu nantinya.

    Di acara Beranda Nusantara Menuju Ibu Kota Negara Baru pada Rabu (23/02/2022), Jokowi mengatakan bahwa dirinya yakin IKN Nusantara akan menjadi representasi bangsa yang unggul, sehingga menjadi contoh bagi perkembangan kota-kota lain di Indonesia.

    "Dan menunjukkan kepada warga dunia bagaimana Indonesia menjalankan rencana baru dalam membangun cita-cita masa depan,” kata Jokowi.

    Pembangunan IKN juga merupakan wujud komintem Indonesia dalam penanggulangan perubahan iklim. Indonesia menargetkan nol emisi karbon dan 100 persen penggunaan energi baru terbarukan (EBT) di tahun 2060.

    “Diawali dengan upaya merevitalisasi dan mereboisasi hutan terlebih dahulu, diikuti dengan pembangunan infrastruktur dasar, wilayah hijau dan biru kota, kompleks pemerintahan, perkantoran, dan perumahan beserta sarana dan prasarananya,” ujar Jokowi.

    3. Butuh kerjasama yang kuat

    Jokowi menyampaikan bahwa pembangunan IKN adalah sebuah pekerjaan besar yang membutuhkan kontribusi, peranan, dan kerja sama yang kuat dari seluruh masyarakat.

    Dibutuhkan pendekatan not business as usual, kinerja tim terbaik, perencana dan perancang kota, arsitek, insinyur, ahli lingkungan, sosial ekonomi, budayawan, seniman, dan pakar-pakar lainnya yang bisa bekerja secara terintegrasi, multidisipliner dan melibatkan pemikiran dan solusi terbaik, baik oleh anak-anak bangsa maupun sumbangan dari masyarakat dunia.

    “IKN Nusantara ini merupakan pekerjaan besar bangsa Indonesia yang nantinya akan menjadi kebanggaan seluruh rakyat Indonesia,” tutup dia.

     

    Cek informasi menarik lainnya di Google News

    Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini