home ×
Digilife

Nama Google, WhatsApp, Microsoft, Sering Dipakai Hacker Kelabui Korban Phishing

05 August 2020 By
Nama Google, WhatsApp, Microsoft, Sering Dipakai Hacker Kelabui Korban Phishing
Share
Share
Share
Share

 

Uzone.id - Hati-hati jika menerima email yang mengatasnamakan perusahaan besar. Pasalnya, nama perusahaan ternama di dunia seperti Google, WhatsApp sampai Microsoft telah menjadi langganan penjahat siber untuk mengelabui korbannya.

Hal ini terungkap dalam temuan perusahaan riset siber Check Point Research. Menurut laporan mereka, Google menjadi nama brand teratas yang kerap dipalsukan hacker untuk menyebar jala phishing. Korban kerap terlena saat menerima email yang mengatasnamakan Google.

Anehnya, daftar nama brand terkenal yang kerap dipalsukan untuk mengelabui korban phishing kuartal ini berbeda dengan kuartal sebelumnya. Pada kuartal pertama 2020, Check Point menemukan jika nama Apple sering dipalsukan untuk menjerat korban phishing. Selain Apple ada Netflix, Yahoo, WhatsApp dan Paypal.

Baca juga: Di Balik Penangkapan 3 Remaja Hacker Twitter

Kuartal kedua tahun ini, Google muncul di posisi pertama sebagai brand yang sering dipalsukan untuk kejahatan phishing. Selain Google ada Amazon WhatsApp, Facebook, dan Microsoft berturut-turut di lima besar.

Penjahat siber sering menyamar sebagai nama-nama brand ini untuk menurunkan pertahanan pengguna email, kemudian mendapatkan kepercayaan dari korban yang tidak menaruh curiga. Pengirim email phishing kerap memikat target mereka untuk masuk dan mengklik alamat palsu itu, yang justru mengarahkan tautan ke halaman web palsu, yang terlihat mirip dengan situs web asli brand tersebut.

Baca juga: Terungkap, Hacker Targetkan 130 Akun Twitter untuk Curi Data Pribadi

Temuan Check Point juga melaporkan adanya peningkatan jumlah email phishing yang dikirim untuk menjerat korban. Pada kuartal kedua, email phishing menduduki peringkat ketiga sebagai metode serangan siber yang paling popular. Namun di kuartal kali ini, posisinya naik ke peringkat dua.

"Alasan dari kenaikan ini bisa jadi karena terkait dengan pembatasan sosial Covid-19. Kita lihat banyak perusahaan yang sudah buka kembali dan karyawan sudah bekerja lagi. Mudah untuk membuat mereka terlena dengan nama besar Google, Whatsapp dan Microsoft," ujar tim periset dari Check Point.

Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini

1 Comments in this article

Tunggu Sebentar Ya...

Submit
Auk Ah Auk 06 August 2020 | 01:08:28

semoga bermanfaat bagi yang dapat prisnsl

Contact Us:
Redaksi: redaksi@uzone.id
Sales: sales@uzone.id
Marketing: marketing@uzone.id
Partnership: partnership@uzone.id

Related Article