icon-category Digilife

Netizen Indonesia Memang Beda, Aksi Bjorka Dianggap 'Pahlawan'

  • 12 Sep 2022 WIB
  • Bagikan :
    Ilustrasi: Unsplash

    Uzone.id – Memang agak miris. Sosok hacker seperti Bjorka yang mengklaim berhasil membobol data rahasia BIN dan milik Presiden Joko Widodo hingga men-doxing Menkominfo Johnny G. Plate mendadak dianggap sebagai ‘pahlawan’ oleh netizen Indonesia.

    Rentetan aksi serangan siber Bjorka dimulai dari bocornya 1,3 miliar data registrasi SIM card yang dijual melalui forum breached.to senilai USD50 ribu atau setara dengan Rp700 jutaan. Dilanjutkan dengan data KPU hingga dokumen penting pemerintah Indonesia.

    Aksi terbaru Bjorka ini dibagikan melalui akun Telegram dan Twitternya, @bjorkanism pada Minggu (11/9/2022).

    Dalam unggahan terbarunya ia mengklaim berhasil membobol data penting pemerintah Indonesia mulai dari dokumen pembunuhan aktivis Munir, hingga identitas pribadi Menteri Johnny, Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kominfo Semuel Abrijani Pangerapan, Ketua DPR RI Puan Maharani, Menteri BUMN Erick Thohir, hingga Denny Siregar.

    Entah siapa Bjorka ini, namun aksinya berhasil membuat masyarakat kepincut dan menganggapnya sebagai ‘pahlawan’.

    Pasalnya, dalam cuitan terbarunya itu ia tidak hanya membocorkan data pribadi pemerintah, tetapi juga memberi kritikan dan sindiran.

    Baca juga: Bjorka vs. Pemerintah: Apakah Kita Sebodoh Ini di Dunia Maya?

    Kepada Puan, ia menuliskan, “Apa kabarmu nyonya @puanmaharani_ri? Bagaimana rasanya merayakan ulang tahun ketika banyak warga protes tentang kenaikan harga BBM di depan kantormu.

    Bjorka turut menyinggung Menteri BUMN, Erick Thohir dan mengatakan bahwa ia tidak akan pernah menjadi seorang presiden.

    Apa kabarmu pak @ericktohir? Anda seharusnya bekerja daripada berkeliling melakukan hal tidak penting. Percayalah, Anda tidak akan pernah menjadi presiden, jangan buang waktu. Apakah kamu tidak peduli dengan harga minyak saat ini?” tulisnya.

    Sindiran Bjorka ini ironisnya mendapat dukungan oleh masyarakat Indonesia. Tak segan-segan, netizen kompak meminta Bjorka untuk melanjutkan aksinya meretas data pemerintah Indonesia.

    Beberapa bahkan melontarkan lelucon dengan menawarkan makanan sebagai bentuk rasa terima kasih atas aksi Bjorka.

    Selang beberapa jam setelah Bjorka menuliskan cuitan tersebut, akun Twitternya tiba-tiba tidak bisa dibuka. Sejauh penelusuran Uzone, dalam tampilan akunnya tertulis “Account Suspended” karena melanggar aturan Twitter.

    Seperti yang sudah diberitakan, belum lama ini Johnny sudah mewanti-wanti masyarakat Indonesia agar tidak mengelu-elukan hacker ilegal.

    Lah kalau memberikan dukungan seperti itu, membuat ruang digital kita jadi kotor,” ujarnya pada Jumat (9/9) yang lalu.

    Apa yang Johnny harapkan justru berbanding terbalik dengan kenyataan.

    Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini