Digilife

Ngaku Raja Bot, Hacker Ini Kena Hukum 10 Tahun Penjara

  • 19 November 2021
  • Bagikan :
    Ngaku Raja Bot, Hacker Ini Kena Hukum 10 Tahun Penjara

    Ilustrasi foto: Philipp Katzenberger/Unsplash

    Uzone.id - Seorang pria asal Rusia mengaku sebagai ‘King of Fraud’ alias Raja Penipu karena perannya mengatur kejahatan siber hingga jutaan dolar.

    Namanya Aleksandr Zhukov, ia dihukum pada bulan Mei lalu karena melakukan skema penipuan pada perusahaan iklan digital sebesar USD7 Juta.

    Beraksi dengan jaringan kecil penjahat sibernya, ia membuat bot yang dirancang untuk berinteraksi dengan halaman situs palsu untuk mensimulasikan gerakan mouse yang realistis dan interaksi halaman web seperti melihat video di situs media sosial.

    Baca juga: 2021, Bayaran Ransomware Capai Rp73,8 Triliun

    Agar penipuannya makin dipercaya, Zhukov telah menyewa lebih dari 765 ribu alamat IP yang kemudian dimasukkan ke registry global alamat IP.

    Mereka mendaftarkan alamat IP atas nama-nama perusahaan besar seperti  Comcast dan Time Warner Cable. Zhukov membuat alamat tersebut seolah-olah milik pelanggan internet perumahan AS dari layanan tersebut. 

    Alhasil, sekitar 6.000 domain dikatakan telah dipalsukan dengan cara ini. Kode mereka berhasil menghindari perangkat lunak pendeteksi penipuan yang digunakan beberapa perusahaan siber.

    Dua rekannya telah mengaku bersalah atas keterlibatan mereka dalam skema penipuan 3ve yang dikenal sebagai Methbot, sementara 6 lainnya menghadapi dakwaan atas dugaan peran dalam upaya tersebut.

    “Duduk di depan keyboard komputer di Bulgaria dan Rusia, Zhukov dengan berani merancang dan melakukan penipuan jutaan dolar yang rumit terhadap industri periklanan digital, dan mengorbankan ribuan perusahaan di seluruh Amerika Serikat," kata Jaksa AS. Breon Peace, dikutip dari TechRadar, Jumat, (19/11/2021).

    Baca juga: Data Polri Bocor Berisi Kasus Anggota yang Bermasalah?

    Perusahaan besar ternama lain yang menjadi korban Zhukov ini diantaranya The New York Times, The New York Post, Comcast, Nestle Purina, Texas Scottish Rite Hospital for Children, dan Time Warner Cable.

    Peretas yang mengaku dirinya sebagai King of Fraud ini dituntut dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

    Sebelumnya ia pernah ditangkap oleh pihak berwajib Bulgaria pada November 2018. Ia kemudian diekstradisi ke AS pada Januari 2019 dan lolos karena dianggap tak bersalah. 

    Namun, setelah dua tahun lolos, ia akhirnya resmi dijatuhi hukuman sekitar 10 tahun penjara.

    Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini