icon-category Entertainment

Nikita Mirzani: Kekerasan Fisik Enggak, Tapi Kata-kata Dia Sangat Menyakitkan

  • 28 Jul 2018 WIB
  • Bagikan :

    Untuk kali ketiga Nikita Mirzani (32) berurusan dengan Pengadilan Agama (PA). Ia menggugat cerai Dipo Latief (45). Meski rumah tangganya baru berusia lima bulan, Nikita siap berpisah. Kuat dugaan, perceraian ini dipicu adanya orang ketiga dan sikap kasar Dipo.

    Senin (16/7), Nikita mengutus kuasa hukumnya, Fahmi Bachmid, ke PA Jakarta Selatan untuk menggugat cerai Dipo. Selain membawa surat gugatan, Fahmi mendaftarkan kliennya untuk melaksanakan sidang isbat pernikahan agar rumah tangga Nikita-Dipo diakui negara dan ditulis dalam dokumen catatan sipil.

    “Nikita dan Dipo sudah menikah secara siri di Jakarta tanggal 18 Febuari 2018. (Pernikahan) itu harus diresmikan dulu supaya bisa menjalani sidang cerai di PA,” ungkap Fahmi kepada Bintang di Jakarta, pekan lalu.

    Menurut Fahmi, Nikita sudah tidak kuat hidup bersama. Banyak perilaku negatif Dipo yang muncul setelah ia resmi menjadi suami Nikita.

    “Nikita sudah berusaha sabar dan menahan diri, tapi lama-lama kesabarannya habis karena Dipo enggak berubah menjadi suami yang baik, memilih bercerai untuk kebaikan Nikita juga,” ujar Fahmi tanpa bersedia menjelaskan konflik lebih detail. 

    Kamis (19/7), Bintang meminta konfirmasi kepada Nikita usai memandu program Pagi Pagi Pasti Happy di studio Trans TV, Jakarta. Memakai hijab dan busana serbahitam, Nikita mengaku siap menjalani sidang isbat dan perceraian di PA Jakarta Selatan. 

    Nikita Mirzani: Kekerasan Fisik Enggak, Tapi Kata-kata Dia Sangat Menyakitkan (Seno / tabloidbintang.com)

    “Memang benar sudah didaftarkan oleh pengacara saya. Saya takut terkena masalah hukum suatu hari nanti, apalagi saya punya dua anak,” Nikita mengonfirmasi.

    Perceraian, kata Nikita, jalan terbaik meski terasa pahit. Selama lima bulan menjadi istri, Nikita dirundung duka. Salah satunya karena emosi Dipo yang meledak-ledak saat terjadi silang pendapat.

    “Kalau kekerasan fisik enggak pernah, tapi kata-kata dia sangat menyakitkan hati saya. Memang benar omongan lebih kejam dari pemukulan karena selalu saya ingat sampai kapanpun,” tutur bintang film Nenek Gayung.

    (han / gur)

    Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini