Startup

Punya Nama Unik, Kenalan dengan 4 Startup Indonesia Ini yuk

  • 12 October 2019
  • Bagikan :
    Punya Nama Unik, Kenalan dengan 4 Startup Indonesia Ini yuk

    (Foto: Uzone.id/Hani Nur Fajrina)

    Uzone.id -- Pertumbuhan startup digital di Indonesia semakin pesat dan terminologi startup sudah semakin awam. Paling gak, ada beberapa startup yang sudah hadir di Indonesia dengan ide dan nama unik.

    Dari sekian banyak startup yang unjuk gigi di ajang Tech in Asia beberapa hari lalu, ada beberapa di antaranya yang mungkin belum kalian tahu.

    Bagi yang penasaran, baca terus, ya!

    1. Jamanow

    Yup, namanya aja udah kekinian banget. Startup asli Indonesia ini baru banget didirikan, yaitu pada Agustus 2019. 

    Menggunakan konsep e-commerce, Jamanow sebetulnya memakai istilah “social commerce” untuk layanannya. Jamanow hadir sebagai wadah orang berjualan tanpa memerlukan modal besar. Pada intinya, baik merchant maupun user bisa sama-sama menghasilkan uang.

    Baca juga: Rudiantara Harap Ada 5 Startup Unicorn Baru di 2020

    Pengguna tinggal sign-up ke aplikasinya lalu masukan data diri. Setelah semuanya beres, di dalam aplikasi akan banyak ragam produk. Kalau kita mau beli ataupun menjual seperti halnya layanan e-commerce pada umummya, sudah pasti bisa.

    Uniknya, pengguna juga bisa mendapatkan komisi sebesar 10 persen jika membagikan (share) produk tertentu ke teman atau keluarga melalui link. Jika mereka benar-benar membeli produk itu melalui link yang kita berikan, maka kita mendapatkan komisi 10 persen dari penjualan tersebut.

    2. Kerjaholic

    Sesuai namanya, startup ini berkaitan dengan dunia kerja. Startup berbasis marketplace ini juga hadir dalam aplikasi mobile yang menjadi jembatan antara para pencari kerja dengan orang-orang yang sedang memburu pekerjaan freelance dan part-time.

    Jadi kalau kebetulan kamu anaknya suka banget kerja --kerjaholic banget deh pokoknya haha-- atau memang sedang mencari pekerjaan yang gak terikat, mungkin bisa coba menggunakan aplikasi Kerjaholic ini. Siapa tahu nyantol pekerjaan yang selama ini kamu cari.

    Baca juga: Tambah Ovo, Ini Jajaran Startup Unicorn di Indonesia

    3. Sribu

    Startup yang didirikan sejak 2012 ini juga menyediakan layanan yang bisa meningkatkan branding dari klien berupa ragam desain. Desain yang disediakan terdiri dari desain logo, label, merchandise, situs web, interior, hingga produk.

    Tim yang mengerjakan desain klien adalah para desainer yang sudah dikurasi oleh Sribu sendiri. Jadi pada dasarnya Sribu adalah startup yang ingin menjadi solusi bagi klien yang kesulitan menemukan desainer untuk kepentingan branding.

    4. Luno

    Startup ini asalnya dari London, Inggris sih, tapi Luno sudah masuk ke Indonesia sejak awal 2017. Startup digital ini menyajikan transaksi jual-beli mata uang cryptocurrency Bitcoin dan Ethereum. 

    Nama “Luno” sendiri memiliki arti Bulan, diambil dari bahasa Esperanto. Di kalangan komunitas Bitcoin, mereka sering menggunakan frasa ini untuk membahas soal harga Bitcoin yang meroket--setinggi Bulan.

    Baca juga: Halodoc Mau Digitalisasi Layanan Kesehatan ke Daerah Terpencil

    Luno masuk ke Indonesia karena melihat potensi pasar yang besar akan Bitcoin dan Ethereum, apalagi pemerintah sudah melegalkan cryptocurrency ini. Aplikasi ini memang akan jauh lebih berfaedah bagi orang-orang yang berniat bermain Bitcoin dan Ethereum, namun Luno tetap menyajikan layanannya ramah bagi pemula.

    Di dalamnya ada konten yang berisi tentang informasi dan pengetahuan seputar cryptocurrency, serta daya jual dan beli kedua mata uang digital tersebut. Kurang lebih, Luno hadir untuk memberi edukasi juga tentang cryptocurrency.

    Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini